ACT Sosialisasikan Pentingnya Cuci Tangan kepada Pengungsi Rohingya

ACT pernah datang langsung ke kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Tim medis ACT saat itu mensosialisasikan pentingnya cuci tangan untuk menghindari berbagai jenis penyakit.

hari cuci tangan dunia
Tim medis ACT mensosialisasikan pentingnya mencuci tangan ke para pengungsi Rohingya. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Hari Mencuci Tangan Sedunia atau Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) diperingati setiap 15 Oktober. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, mencuci tangan dengan sabun dan air bisa mencegah 1 dari 3 penyakit diare dan 1 dari 5 infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu.

Ajakan cuci tangan dengan sabun ini juga pernah disosialisasikan ACT kepada anak-anak pengungsi Rohingya di Bangladesh. Memulai dari hal paling sederhana, yakni mengajari mereka cara cuci tangan dengan benar dan sempurna.

ACT mengunjungi sejumlah madrasah saat itu, yakni Madrasah Ta'lim Al-Quran dan Madrasah Anas bin Malik di Shamlapur, dan Teknaf Upazila. Ruang-ruang kelas jadi lebih semarak ketika tim ACT datangi. Sembar bernyanyi, anak-anak Rohingya menggoyang-goyangkan jemari, mengikuti arahan dr. Rizal selaku koordinator Tim Medis ACT saat itu.

“Anak-anak ini antusias sekali. Mereka ikut gerakan kami, menghafalkan gerakan cuci tangan, lalu mempraktikkan sendiri dengan sabun cuci tangan yang kami bawa. Sesimpel gerakan mencuci tangan, insyaallah, bisa meningkatkan kesehatan mereka, tak lagi mudah terpapar bakteri,” kata dr. Rizal.

Dr. Rizal menyampaikan, mencuci tangan sangat berguna untuk meminimalisir kemungkinan para pengungsi terserang berbagai penyakit dari tangan yang kotor. “Cuci tangan dengan air mengalir dapat menurunkan angka kejadian penyakit yang cukup signifikan dibandingkan dengan tangan yang hanya dilap,” imbuhnya.

Selain mensosialisasikan pentingnya mencuci tangan dengan sabun, dr. Rizal bersama tim ACT lainnya saat itu juga turut memberikan bantuan medis kepada para pengungsi yang sakit. Perawatan dan obat-obatan diberikan sepenuhnya secara gratis.[]