ACT Sumbar Cari Fauza, Korban Banjir Sijunjung

Berbekal perahu karet dan dayung, tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT bersama tim SAR gabungan berusaha mencari Fauza (24), korban hilang saat banjir menerjang Sijunjung. Hingga Rabu (12/2) korban masih belum ditemukan.

ACT Sumbar Cari Fauza, Korban Banjir Sijunjung' photo
Tim DER-ACT Sumbar melakukan penyisiran di sungai tempat Fauza hilang. Kejadian ini terjadi di Sungai Batang Palangki, Sijunjung. (ACTNews)

ACTNews, SIJUNJUNG Bencana banjir yang melanda Kabupaten Sijunjung pada Sabtu (8/2) menyisakan duka bagi keluarga Fauza (24), warga Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung. Fauza dinyatakan hilang saat banjir melanda wilayah aliran sungai Batang Palangki.

Berdasarkan laporan tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT Sumatra Barat, sekitar pukul 17.30 WIB di hari Sabtu itu, korban bersama rekannya yang berjumlah sembilan orang pergi menyelamatkan kapal tambang emasnya. Sayang, kondisi air sungai Batang Palangsi naik dengan cepat. “Saat itu mereka menyelamatkan diri, tapi korban sendiri yang dinyatakan hilang, sedangkan teman-temannya yang lain selamat,” jelas Falerino dari Tim DER - ACT Sumatra Barat, Ahad (9/2).

Merespons adanya laporan orang hilang karena terbawa arus sungai, Tim DER - ACT Sumbar mengerahkan sejumlah relawan untuk melakukan pencarian. Berbekal perahu karet dan dayung, relawan dibantu sejumlah pihak termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan tim gabungan menyisir area sungai. Lebih kurang 500 orang terlibat dalam pencarian yang dibantu oleh warga Nagari Palangki Koto Tuo ini.

Hingga Rabu (12/2) kemarin, tim gabungan masih terus melakukan pencarian, namun masih nihil hasil. Falerino mengatakan, belum ada tanda-tanda keberadaan Fauza. Akan tetapi pencarian bakal terus dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang ada. Radius pencarian dilakukan sepanjang 10 kilometer aliran sungai. Arus yang masih deras menjadi kendala pencarian.

Perlu diketahui, Fauza dinyatakan hilang saat terjadi banjir bandang di aliran sungai Batang Palangki. Banjir itu menerjang jembatan yang melintang di atas aliran sungai dan memakan korban satu orang yang masih dinyatakan hilang.[]


Bagikan