ACT Sumsel Berikan Satu Ton Beras untuk Santri di Ujung Tanjung

Pekan ini, ACT Sumatra Selatan mengantarkan dua ton beras untuk pesantren yang membutuhkan di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Melalui Program BERISI, ACT dan para dermawan berikhtiar menunjang kebutuhan pangan para santri.

ACT Sumsel Berikan Satu Ton Beras untuk Santri di Ujung Tanjung' photo
Santri Nurul Iman menerima bantuan beras program BERISI Aksi Cepat Tanggap. Berdiri sejak 1962, Pesantren Nurul Iman pada awalnya hanya sebuah bangunan dengan tiga ruangan dan enam orang santri. (ACTNews/Hening Ugi)

ACTNews, BANYUASIN – Pondok-pondok yang beratap daun nipah itu adalah tempat tinggal santri. Di sisi lain, sejumlah bangunan permanen sedang direnovasi. Berdiri sejak 1962, Pesantren Nurul Iman pada awalnya hanya sebuah bangunan dengan tiga ruangan dan enam orang santri. Terletak di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Pesantren Nurul Iman merupakan salah satu pesantren tertua di Sumatra Selatan. 

Menelusuri jalan berbatu dan tanah merah, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Selatan mengantarkan satu ton beras untuk mendukung kesediaan pangan para santri, Selasa (5/11).

Akses menuju lokasi ponpes ini tergolong sulit. Terdapat dua jalan yang menjadi alternatif. Pertama, melewati jalan setapak menelusuri jalan tanah merah di tengah hutan dan lahan sawit. Kedua, melewati jalan umum yang juga dengan kondisi tanah merah dan hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua.

Tim Program ACT Sumatra Selatan Reza Ardiansyah mengatakan, dalam pekan ini, ACT Sumatra Selatan telah mengantarkan beras ke sejumlah pesantren. Pekan lalu, satu ton beras diantarkan untuk para santri Pesantren Al Umar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (25/10).

Santri dan pengurus Pesantren Nurul Iman berfoto bersama usai simbolisasi penyerahan beras satu ton oleh ACT Sumatra Selatan. (ACTNews/Hening Ugi)

“Program BERISI terus digulirkan dan insyaallah menjadi program reguler. Alhamdulillah hari ini (Jumat) kami dapat bertemu dan membagikan langsung satu ton beras hasil kedermawanan para donatur yang disalurkan melalui ACT, insyaAllah menjadi berkah untuk kita semua,” ungkap Reza. Melalui Program BERISI, ACT ingin memenuhi kebutuhan pangan para santri prasejahtera.

Pendiri Pesantren Nurul Iman Samsuri mengatakan, bantuan beras yang diterima sangat bermakna bagi keberlangsungan pesantrennya. “Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih atas kehadiran ACT disini, satu ton beras ini insyaallah akan sangat bermanfaat bagi para santri. Insyaallah mereka tetap semangat menuntut Ilmu,” ujar Samsuri.

Ia pun menggambarkan kehidupan para santri yang mandiri. Semangat belajar mereka tetap ada walaupun hidup dalam keterbatasan fasilitas. “Santri di sini diajarkan mandiri, masak sendiri, peralatan seadanya, dan itu semua digabung di dalam satu ruangan yang merupakan tempat tidur sekaligus disulap jadi dapur,” bubuhnya.

Setiap pekan, ACT terus menggulirkan satu ton beras setiap pesantren yang membutuhkan. Melalui program BERISI, ACT mengajak para dermawan untuk bersama peduli kebutuhan pangan para santri di pelosok Indonesia. Untuk berpartisipasi, dermawan dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap, BNI Syariah # 66 0000 5505.[]

Bagikan

Terpopuler