ACT Tanggapi Serius Eskalasi Bencana Asap

Per Senin (23/9) kemarin, menghirup udara di Riau setara dengan menghisap 17 batang rokok secara bersamaan dan menghisap 43 batang rokok di Kalimantan Tengah.

ACT Tanggapi Serius Eskalasi Bencana Asap' photo
Iring-riringan Humanity Water Tank dalam rombongan sejumlah armada yang akan dikirim untuk meringankan dampak bencana di Riau. (ACTNews/Muhajir Arif Rahman)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR - Data yang dihimpun oleh Humanity Data Center di Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) per Senin (23/9) kemarin menunjukkan, dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas. Dalam sepekan salah satunya, data provinsi yang terdampak betambah dari 6 provinsi, menjadi 9 provinsi.

“Pekan lalu, data menunjukkan ada 6 provinsi yang terpapar langsung resiko pertama dari bencana asap ini karena memang kebakaran ada disana. Dan akhir pekan lalu dan hari ini sudah 9 provinsi. Kita ketahui ada Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat. Terbaru adalah Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Kepulauan Riau,” ujar Insan Nurrohman, selaku Vice President of Humanity Network Department pada Senin (23/9) lalu.

Eskalasi pun terus terjadi. Insan menjelaskan dari data yang sama, 52.000 orang dapat terpapar langsung resiko satu dari bencana ini. Padahal minggu sebelumnya, angkanya masih berkisar di jumlah 30.000 orang. Belum lagi dampak yang ditimbulkan dari bencana asap ini cukup berbahaya.

“Sedikit memberikan ilustrasi tentang resiko asap ini di Jakarta ini kalau menurut particulate meter, standar partikel kecil untuk pencemaran udara, itu sama dengan 2 Batang rokok. Seperti seseorang yang menghisap langsung 17 rokok di Riau. Atau seorang yang langsung menghisap sekitar 43 rokok jika Kalimantan Tengah. Sebuah analogi yang bisa kita lihat betapa seriusnya persoalan asap di sana dan ini memapar hampir seluruh wilayah provinsi ini tadi kita sampaikan,” kata Insan.


Maka itu kata Insan penanganan bencana ini mesti dilakukan secara serius oleh berbagai pihak, termasuk juga ACT. Pada Senin lalu, ACT telah memberangkatkan sejumlah armada menuju Riau, di antaranya 10 truk logistik berisi 100 ton bantuan pangan serta sanitasi dan obat-obatan di dalamnya. Selain itu ada juga dua unit Humanity Food Truck, Humanity Water Tank, serta Ambulans Pre-Hospital.

Di samping itu, ACT juga telah mendirikan empat induk posko daerah di Riau. Selanjutnya kata Insan, ACT akan menginisasi sebanyak 125 unit posko untuk merespons 10 truk logistik yang akan datang. Selain itu, di posko tersebut juga akan dilakukan pelayanan kesehatan oleh tim medis.

Aksi ACT ini tidak hanya kan dilakukan di Riau belaka. Kata Insan, ACT juga berencana mengadakan aksi-aksi serupa di provinsi lain. Terutama jika dalam beberapa waktu ke depan eskalasi dari bencana asap ini malah meningkat.

“Target pertama kita memang Riau tetapi Jambi tidak bisa menunggu karena juga sudah pada level berbahaya. Sepekan sebelumnya kita sudah respon di Sampit, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Tentu kita harus naikan eskalasi aksinya, jadi paralel dengan eskalasi aksi di Riau, kita akan masifkan juga aksi di tempat-tempat yang lain. Inilah beberapa hal yang harus kita cermati kondisi data terkini dan semoga ini tidak terus meningkat,” harap Insan. []

Bagikan