ACT Turut Tangani Pengungsi Wamena di Surabaya

Tiba di Surabaya, pengungsi Wamena mendapat penanganan dari ACT Jawa Timur.

ACT Turut Tangani Pengungsi Wamena di Surabaya' photo
Tim ACT Jawa Timur memberikan bantuan untuk warga penyintas Tragedi Kemanusiaan yang Masih Tertahan di Asrama Transito Margorejo. (ACTNews/M. Romadhoni)

ACTNews, SURABAYA Sebagian besar perantau di Wamena yang kini mengungsi di Jayapura memilih pulang ke kampung halaman. Pengungsi-pengungsi itu berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Sejumlah pengungsi tiba di Malang, Jawa Timur, Jumat (4/10). Mereka adalah pengungsi yang diterbangkan dengan Pesawat Hercules TNI AU dari Bandara Sentani, Jayapura, dan transit di Makassar.

Sebanyak 14 orang pengungsi yang tiba di Malang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Hercules yang mereka tumpangi landas di Malang Rabu (2/10). Sesampainya di Malang, Dinas Sosial setempat dan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur mengantar mereka ke Surabaya.

Ditemui tim ACT Jatim, Jumat (4/10), Rade, salah satu penyintas konflik Wamena, mengaku tidak lagi memiliki harta benda di Wamena. Pakaian yang dikenakan saat itu adalah satu-satunya harta yang tersisa. "Kami hanya ingin pulang, apalagi bersama kami ada ibu hamil dan anak-anak”, ujar pengungsi asal Medan itu.

Ia menuturkan, 14 orang rombongan, warga Sumatra Utara yang masih tertahan di Surabaya itu terdiri dari 9 orang perempuan, 3 balita, dan 2 laki-laki. Para pengungsi saat itu ditampung di Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Margorejo.

Imelda, salah satu balita, tampak senang saat tim ACT membawakan beberapa makanan kecil untuknya. Ia dan ibunya yang  mengandung 8 bulan saat itu sedang menunggu kepastian untuk pulang.

Kepala Program ACT Jatim Dipo Hadi menyampaikan, ACT akan berikhtiar yang terbaik dalam membantu para penyintas tragedi kemanusiaan Wamena di Jawa Timur. "Saat ini kami menyalurkan bantuan dari masyarakat berupa keperluan bayi, seperti popok, kudapan, dan obat-obatan. ACT pun berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam membantu pemulangan ke kampung halaman" tandaa Dipo Hadi. []

Bagikan

Terpopuler