ACT Yogyakarta Kirim Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Lombok

ACT Yogyakarta Kirim Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Lombok

ACTNews,YOGYAKARTA - Lebih kurang dua minggu, bencana gempa mengguncang Lombok secara berturut-turut. Gempa besar diikuti ratusan gempa susulan itu telah meluluhlantakkan ribuan rumah, membuat lebih dari 84.000 jiwa mengungsi. Masifnya dampak gempa juga mengakibatkan ekonomi dan kehidupan masyarakat Lombok alami kelumpuhan.  

Akibatnya masyarakat Lombok hanya bergantung pada bantuan kemanusiaan yang bersifat darurat. Persediaan makanan diperkirakan menipis mengingat banyak toko dan infrastruktur yang hancur, ditambah kerusakan akses jalan menuju Lombok. Masih banyak wilayah, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur, belum tersentuh bantuan kemanusiaan. 

Kepala Cabang ACT Yogyakarta Agus Budi Hariyadi mengungkapkan, masyarakat Yogyakarta pernah mengalami musibah serupa, yaitu gempa pada 12 tahun silam. Mereka tahu persis perasaan getir sebagai korban yang harus berjuang dengan segala keterbatasan. Sebagai wujud kepedulian, masyarakat Yogyakarta akan mendukung penuh baik berupa bantuan logistik maupun dukungan moril.

Jumat (10/8), ACT Yogyakarta memberangkatkan 6 armada Truk Kemanusiaan yang membawa bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan korban gempa Lombok. Truk Kemanudiaan berangkat dari Togyakarta menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Jumat (10/8). “Inilah saat bagi kita untuk memberikan yang terbaik untuk Lombok, mohon do’a dan dukungan dari segenap masyarakat,” kata Agus.

ACT Yogyakarta, melalui Agus, berharap pengiriman bantuan melalui jalur darat tersebut dapat memberi pesan kebaikan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap bencana yang sedang menimpa warga Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebab sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang humanis, berjiwa sosial, dan menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong.

Hingga Rabu (8/8), Koordinator tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap di Lombok, Kusmayadi melaporkan, jumlah korban tewas mencapai 381 jiwa, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka. “Diperkirakan jumlah ini masih akan bertambah karena proses evakuasi korban dari reruntuhan masih terus dilakukan karena masih banyak daerah terisolasi akibat rusaknya akses jalan dan jembatan,” kata Kusmayadi.

Rawan akan gempa susulan, ribuan warga tak bisa kembali ke rumah mereka dengan aman. Baik karena rumah mereka yang telah rata dengan tanah atau mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Akibatnya mereka harus mengungsi ke tenda-tenda darurat dengan sedikit perbekalan bahkan sebagian pengungsi masih dalam kondisi terluka. 

“Beberapa rumah sakit ikut terkena dampak gempa, pasien pun terpaksa dirawat di luar demi keamanan, sementara warga yang membutuhkan pelayanan medis semakin meningkat,” jelas Kusmayadi.

ACT bersama masyarakat Indonesia sampai setidaknya tiga bulan kedepan akan terus berikhtiar mendampingi para korban terdampak dengan berbagai upaya penanganan darurat bencana serta pemenuhan logistik bagi para korban. Bantuan dari berbagai arah akan dikerahkan baik lewat darat, laut maupun udara sebagai wujud kepedulian dan dukungan penuh terhadap masyarakat Lombok. []

Tag

Belum ada tag sama sekali