Ade Pilih Hadapi Sulitnya Usaha Tanpa Pinjaman Berbunga

Warung jus milik Ade sebelumnya ramai oleh pelanggan. Namun semenjak pembatasan fisik, kini hanya 3-5 orang yang mampir ke warungnya. Ade bahkan sempat menjual cincin kawinnya demi mempertahankan usaha ketimbang meminjam modal karena takut dengan riba.

Ade Pilih Hadapi Sulitnya Usaha Tanpa Pinjaman Berbunga' photo
Ade sedang membuat salah satu minuman pesanan pelanggannya. (ACTNews)

ACTNews, DURI – Ketika satu tahun lalu memulai usaha menjual minuman jus, kedai Ade (28) kebanjiran pengunjung. Lokasi yang strategis di tengah Kota Duri nan ramai jadi pendukung bagi datangnya para pelanggan mencicipi jus buatan Ade. Ditambah lagi harga yang murah dan kebiasaan yang bersih membuat minuman jus tersebut semakin diminati.

Seperti pedagang lainnya, usaha Ade belakangan juga terdampak oleh pandemi. Penjualan menurun karena aktivitas masyarakat berkurang. Otomatis banyak masyarakat juga yang lebih memilih membuat makanan dan minuman sendiri di rumahnya. 

Tadinya ramai pembeli, kini hanya 3-5 orang yang datang ke kedai Ade per hari. Terkadang buah-buahan tak lagi habis, sehingga membusuk dan tentu harus dibuang. Ade merugi bahkan sempat kehabisan modal di tengah jalan.

"Karena terus-menerus kurangnya pembeli, Ibu sempat tutup buka kedai karena kehabisan modal. Suami yang tidak ada pekerjaan lain pun juga kebingungan. Mau cari pinjaman, tapi takut nanti bayar ada bunganya, kan riba. Kita bahkan sempat jual cincin kawin karena memang kebutuhan yang mendesak untuk makan dan keperluan rumah tangga lainnya. Sedih, sedih banget rasanya,” ungkap Ade pada Selasa (13/10) lalu. 

Saking bingungnya, Ade sempat iseng bertanya kepada salah satu pelanggannya mengenai pinjaman modal. Ia baru tahu pelanggan ini bekerja di lembaga kemanusiaan. "Saya sempat nanya-nanya ke salah satu pelanggan yang ternyata kerja di Global Wakaf – ACT, ‘Ada bantuan pinjaman gitu enggak sih, mas?’, ‘Wah untuk saat ini belum ada, nanti kalau ada saya kabarin, Bu.’  jawab beliau," cerita Ade.

Pemberian bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro secara simbolis kepada Ade. (ACTNews)

Keisengan itu akhirnya bersambut dengan rezeki. Tidak lama kemudian, Global Wakaf – ACT meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro yang menopang para pelaku usaha kecil terdampak pandemi. Tentu saja, Ade adalah salah satu penerima manfaat dari program ini. "Alhamdulillah sekarang sudah ada bantuan modal usaha ini. Saya sangat bersyukur, sungguh,” ucapnya.

Selain Ade, ada 5 penerima manfaat lainnya yang mendapatkan amanah Wakaf Modal Usaha Mikro pada hari itu. Semuanya merupakan ibu tangguh yang senantiasa berjuang di saat sulit seperti sekarang. “Masih banyak lagi para ibu yang terus berusaha di tengah pandemi saat ini, dan perjuangan mereka tidak mudah. Untuk itu kami terus mengajak kepada para dermawan untuk selalu membersamai mereka lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. Semoga amanah para dermawan dapat meringankan krisis yang kini sedang mereka alami,” ajak Andika dari Tim Program Global Wakaf - ACT Duri. []