Adian Husaini: Kemerdakaan Palestina adalah Amanah Bangsa

Adian Husaini: Kemerdakaan Palestina adalah Amanah Bangsa

Adian Husaini: Kemerdakaan Palestina adalah Amanah Bangsa' photo

ACTNewsJAKARTA – Hubungan Palestina begitu dekat dengan Indonesia, bahkan secara historis.  Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Adian Husaini saat mengisi kuliah umum bertajuk “Sharing with the Master” di Jakarta, Kamis (28/3).

Menurut Adian, selain karena alasan sejarah, kemerdekaan Palestina adalah amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945, bahwa “panjajahan di atas dunia harus dihapuskan”.  

Dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Indonesia telah berlangsung lama, yakni sejak Konferensi Asia Afrika (KAA). “Pembelaan Palestina bagi kita orang Indonesia adalah amanah konsititusi. Kita harus ingat, kita (Indonesia) negara yang mempelopori konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung,” kata Adian. Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam KAA, Presiden RI Sukarno menyuarakan kepentingan Palestina. Hingga kini dukungan untuk kemerdekaan Palestina pun terus disuarakan.

Disampaikan Adian, bangsa Indonesia juga menolak tegas penjajahan, termasuk kolonialisme dan zionisme.  Sebagaimana pendirian negara Israel saat ini yang berdasarkan zionisme. Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, Roeslan Abdulgani dalam konferensi menyebut bahwa zionisme sebagai kolonialisme yang paling jahat dalam zaman modern sekarang ini.

Bila dari segi pemerintahan sudah bekerja dengan baik dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Adian, dukungan rakyat Indonesia pun sama pentingnya. “Sejauh ini masyarakat Indonesia kompak mendukung Palestina. Sikap kita (Indonesia) tidak mendukung penjajahan zionis Yahudi terhadap tanah Palestina, sebab itu sangat zalim. Mereka bukan hanya menjajah tanah Palestina, tetapi juga mengusir penduduknya,” ungkap Adian.

Dukungan di Berbagai Aspek

Dalam upaya mengawal kemerdekaan Indonesia. Dukungan yang diberikan untuk Palestina harus meliputi berbagai lini, baik dukungan bantuan kemanusiaan, diplomasi, bahkan secara intelektual. Adian pun mengapresiasi pemberangkatan Kapal Kemanusiaan Palestina Ke-2 yang akan dilayarkan Aksi Cepat Tanggap pada April mendatang.

“Ini suatu terobosan yang luar biasa. Sebab pekerjaan mengirimkan bantuan bahan pangan ke sana prosedurnya tidak mudah. Ini satu kreativitas, perjuangan yang sangat penting. Saudara-saudara kita sangat perlu bantuan yang sifatnya juga bantuan pokok, seperti bahan pangan, ” kata Pemimpin Pondok Pesantren At Taqwa itu. Pengiriman bantuan dinilai Adian sangat penting sebagai penjaga asa warga Palestina yang menjadi garda terdepan perjuangan.

Selain itu, Adian menambahkan, dukungan bagi Palestina juga dapat dilakukan di lini lain, seperti kualitas SDM melalui pendidikannya, pendidikan dan riset. “Kalau kita lemah, kita tidak bisa bantu saudara kita di Palestina. Negeri kita ini harus menjadi negeri yang kuat, menjadi contoh dan teladan,” paparnya.

Adian pun sempat memperdalam isu zionisme dengan mengajukan proposal S3 “perkembangan fundamentalisme Yahudi terhadap perkembangan perdamaian di Palestina”, namun penelitian itu belum sempat ia lanjutkan. “Kita harus punya setidaknya satu doctor bidang Judaisme. Sebab perjuangan membebaskan Al Aqsa bukan pekerjaan yang kecil, menyangkut kekuatan yang ada di dunia sekarang,” pungkas Adian. []

Bagikan