Air Bersih yang Selalu Dinanti Warga Taiz

Perang di Taiz berlangsung lebih lama daripada di bagian lain di Yaman. Blokade tidak berkesudahan juga menghentikan aktivitas warganya. Air bersih menjadi kebutuhan pokok yang selalu dinantikan setiap harinya.

Air Bersih yang Selalu Dinanti Warga Taiz' photo
Salah seorang anak di Taiz yang mengangkut jerikennya setelah mengambil air. (ACTNews)

ACTNews, TAIZ – Orang-orang berlarian membawa jeriken masing-masing, lalu mengantre di bawah tandon air besar berwarna putih yang tersedia di sisi jalan. Anak-anak, orang dewasa, sampai lansia sabar menunggu air yang dialirkan kepada jeriken mereka. Mereka sangat antusias dengan kehadiran air yang didistribusikan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan Kitabisa.com.

Tandon-tandon ini disebar di beberapa titik di wilayah Sala, Kota Taiz pada Kamis (12/3) lalu. Titik-titik tersebut yakni Aqabah, Bazraa, Al Tawheed, dan Al Jahmilya. Sebanyak 10 tandon diberikan untuk kebutuhan air 7.000 warga yang berada di wilayah Sala.

“Para menerima manfaat adalah penduduk yang terpaksa mengungsi di negaranya sendiri ke daerah Sala, sebuah daerah yang termasuk daerah parah terdampak konflik berkepanjangan,” kata Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT pada Sabtu (4/4) ini.

Dilansir dari BBC Indonesia, Taiz adalah kota yang bertahun-tahun mengalami konflik dan berada di bawah pengepungan. Perang saudara kini membelah kota itu menjadi dua, yang masing-masing dikuasai oleh kedua pihak yang bertikai. Tembok besar sebagai batas kekuasaan, dan menurut pengakuan penduduk sipil mereka harus berhati-hati melewati tembok itu atau penembak jitu tidak akan segan melesatkan pelurunya kepada mereka.


Antrean jeriken warga untuk mengambil air dari sebuah tandon. (ACTNews)

Perang di Taiz berlangsung lebih lama daripada di bagian lain di Yaman, sehingga banyak sekali tempat yang kini menjadi puing-puing termasuk fasilitas publik. Blokade tidak berkesudahan juga menghentikan aktivitas warganya. Air bersih menjadi kebutuhan pokok yang selalu dinantikan setiap harinya.

“Kami (hidup) tanpa air bersih, dan kami berada di bawah pengepungan. Semuanya sudah hancur. Terima kasih ACT, mudah-mudahan Tuhan memberkati kalian,” kata salah seorang lansia yang menerima air bersih.


Doa yang sama diucapkan oleh seorang nenek yang menerima air bersih dari ACT. Ia berharap ACT tak akan melupakan mereka dengan kondisi mereka yang sekarang ini. “Semoga Tuhan memberkati ACT dan memberikan apa yang dibutuhkan (oleh ACT). Tolong jangan lupakan kami. Kami berharap ACT dapat terus menyediakan air bersih untuk kami,” kata nenek itu.

Faradiba juga berharap, bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang kesulitan akses air bersih selama 3 bulan ke depan. “Dan semoga tidak hanya untuk 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan bantuan para dermawan sekalian, kita dapat menyediakan kebutuhan untuk mereka sampai kehidupan mereka kembali seperti sebelum perang,” harap Faradiba. []


Bagikan