Air Jadi Kebutuhan Mendesak di Cibarusah

Kekeringan telah melanda Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, dalam empat bulan terakhir dan diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Kebutuhan air sangat mendesak di kecamatan ini.

Air Jadi Kebutuhan Mendesak di Cibarusah' photo

ACTNews, BEKASI – Sawah padi yang menguning terbentang di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tanaman padi itu sudah dipanen oleh pemiliknya dan sisa batangnya masih dibiarkan tertancap di tanah. Namun, sebagian tanaman padi lainnya masih utuh tanpa isi.

Sungai Cipamingkis yang lebar, melintang di Cibarusah. Volume airnya sangat kecil. Sementara warna airnya hijau dan berbusa, tanda tercemar. Sungai Cipamingkis di hari itu, Rabu (24/7), telah mengering, sebagian besar badan sungai tak dialiri air. Kekeringan ini telah berlangsung setidaknya dalam empat bulan terakhir.

Rabu itu, ACT hendak menuju Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Di sana, 10 ribu liter air bersih akan didistribusikan menggunakan Humanity Water Tank dari Global Zakat-ACT. Air itu digunakan untuk membantu warga yang sudah kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.




Erik Setiawan dari Karang Taruna Desa Ridogalih menuturkan, sumur-sumur warga mulai jarang mengeluarkan air terhitung sejak awal Ramadan tahun 2019 lalu. Desa Ridogalih dan desa-desa lain di Cibarusah tak lagi diguyur hujan yang mengakibatkan sumur kering.

“Di sini, warga mengandalkan sumur bor atau kubangan untuk menampung air hujan. Sekarang kondisinya sudah kering. Bahkan ada usaha menggali sumur menggunakan bor yang sudah sampai 14 meter, tapi belum menghasilkan apapun,” jelas Erik, Rabu (24/7).

Kini, warga hanya dapat berharap hujan segera turun agar kesulitan air bersih dapat teratasi. Jika tidak, warga akan tetap bertahan dengan mengandalkan air kotor dari genangan sungai yang jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.