Air Minum Wakaf Sangat Diminati Jemaah Masjid Raya Palapa Baitussalam

Seratus karton Air Minum Wakaf didistribusikan di Masjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu pada Jumat (31/1). Di tahapan kedua ini, banyak masyarakat yang mencari dan mengonsumsi Air Minum Wakaf hingga pihak masjid mesti mengisi ulang stan Air Minum Wakaf yang beberapa kali kosong.

Air Minum Wakaf Sangat Diminati Jemaah Masjid Raya Palapa Baitussalam' photo
Jemaah masjid sedang menikmati Air Minum Wakaf selepas salat Jumat. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Selepas salat Jumat, jemaah Masjid Raya Palapa Baitussalam, di Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, mengerumuni stan Air Minum Wakaf yang berada tepat di pintu keluar lantai 2 masjid. Satu per satu dari mereka mengambil Air Minum Wakaf yang memang telah disediakan oleh pihak masjid dan Global Wakaf – ACT. Begitu banyak jemaah yang mengonsumsi Air Minum Wakaf, hingga beberapa kali pihak masjid mesti mengisi ulang stan yang kosong.

“Ini merupakan penyaluran yang kedua yang kami terima. Jadi yang pertama kami sudah terima pertengahan Januari lalu. Akhir Januari ini, (kami kembali menerima suplai Air Minum Wakaf) dalam bentuk displai. Jadi alhamdulillah, kita sudah terima dengan baik wakaf dari teman-teman melalui Global Wakaf – ACT,” ujar Jodi Cahyadi sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Raya Palapa Baitussalam pada Jumat (31/1) silam.

Masjid Raya Palapa Baitussalam menerima 100 karton Air Minum Wakaf pada Jumat itu. Jemaah menyambut positif kehadiran Air Minum Wakaf dari Global Wakaf – ACT karena jemaah Masjid Raya Palapa Baitussalam kebanyakan bukan warga sekitar.

“Ini betul-betul merupakan suatu inovasi dari wakaf, saya kira. Seperti kita ketahui air minum kan sesuatu hal yang sangat vital bagi jemaah. Karena di sini juga kebanyakan jemaahnya adalah jemaah transit. Jadi mereka datang ke sini untuk salat, kemudian mereka bekerja lagi di luar. Jadi betul-betul dapat dirasakan manfaatnya,” ujar Jodi.


Stan Air Minum Wakaf yang habis setelah dikunjungi para jemaah Jumat di Masjid Raya Palapa Baitussalam. (ACTNews/Reza Mardhani)

Salah satu jemaah itu adalah Ahmad Dimiyati, yang juga sekaligus Ketua 1 Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian, wadah kegiatan dari para pegawai pertanian, menyambut baik Air Minum Wakaf ini. Ahmad menceritakan pada pertengahan Januari lalu, yakni pada tahap pertama pendistribusia, Air Minum Wakaf dapat ikut meramaikan helatan yang diadakan di masjid tersebut.

“Saya kira sudah bagus karena pada Sabtu (25/1) lalu, Air Minum Wakaf ini dibagikan kepada peserta Focus Group Discussion: Relasi Sains dan Islam. Jadi Air Minum Wakaf ini sudah diperkenalkan kepada jemaah, kepada utusan dari 3 masjid lain, dan pengurus Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian. Sudah diperkenalkan, sudah dicoba, dan saya kira bagus,” kata Ahmad.

Karena inovasi ini, beberapa jemaah juga ada yang tertarik untuk mengetahui konsep wakaf lebih lanjut. Masyarakat umum kerap bertanya kepada pihak masjid bagaimana konsep wakaf sehingga bisa menghasilkan air minum.

“Kita sudah berikan gambaran secara singkat, bahwa hasil dari wakaf ini bisa memberikan Air Minum Wakaf gratis dari Global Wakaf – ACT yang ditujukan kepada jemaah masjid dan masyarakat umum yang datang. Karena beberapa orang memang bertanya, wakaf ini seperti apa. Mungkin ke depannya akan kita sosialisasikan juga konsep wakaf ini lebih masif lagi,” kata Jodi.

Ia berharap dengan masyarakat yang semakin mengenal wakaf, mereka jadi juga berkeinginan untuk berwakaf. Terutama, untuk Air Minum Wakaf, ”Jadi kami paham untuk bisa berkelanjutan diperlukan dukungan juga dari jemaah. Jadi ada timbal baliknya. Dan tentunya juga untuk suplai bisa berlanjut terus. Saya kira Allah akan memberikan jalan terbaik,” kata Jodi. []


Bagikan