Ajak Para Ibu Cegah Stunting, ACT Beri Penyuluhan Gizi di Sembalun

Penyuluhan gizi diberikan kepada 15 kader puskesmas dan para ibu yang memiliki usia balita. Tim medis ACT juga memeriksa 2 pasien stunting yang rutin melakukan pemeriksaan di puskesmas sejak program Bengkel Gizi Terpadu ini digelar.

Tim Medis ACT Nusa Tenggara Barat tengah memberikan penyuluhan gizi terpadu kepada para ibu di Kecamatan Sembalun. (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Program Bengkel Gizi Terpadu kembali hadir bagi warga Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (14/11), tim medis ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB memberikan penyuluhan gizi terpadu untuk pencegahan stunting dan sosialisasi tentang penggunaan kelambu pencegahan demam berdarah. Kegiatan tersebut bertempat di aula Puskesmas Sembalun. 

Penyuluhan gizi diberikan kepada 15 kader puskesmas dan para ibu yang memiliki usia balita. Tim medis ACT juga memeriksa 2 pasien stunting yang rutin melakukan pemeriksaan di puskesmas sejak program Bengkel Gizi Terpadu ini digelar.

Kepala Puskesmas Sembalun Asrihadi A. Md. Kep., SH  mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh tim medis ACT dan MRI NTB. Ia berterima kasih dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena data stunting di Kecamatan Sembalun bisa mengalami penurunan yang signifikan setelah pencanangan kegiatan Bengkel Gizi Terpadu tahun 2018 lalu, usai gempa besar melanda Lombok.

"Dari data yang dihimpun oleh petugas Puskesmas Sembalun, sejak kurun waktu 2 tahun ini angka stunting di Kecamatan Sembalun sudah di angka 514 kasus dari sebelumnya sejumlah 757 kasus," terang Asrihadi. 

Koordinator Program ACT NTB M. Romi Saefudin menyampaikan bahwa program Bengkel Gizi Terpadu menjadi program rutin di Lombok, sebagai tindak lanjut temuan data stunting pada saat penanganan gempa 2018 lalu. "Meski di pertengahan tahun sempat jeda sejenak karena adanya pandemi, program ini insyaallah akan terus berlanjut sebagai ikhtiar penurunan angka stunting di Lombok," jelasnya. []