Akibat Banjir, Sekitar 700.000 Warga Sudan Terancam Krisis

Selain menghancurkan sejumlah rumah dan memakan korban jiwa, banjir di Sudan juga membuat penduduk Sudan krisis bahan makanan.

Akibat Banjir, Sekitar 700.000 Warga Sudan Terancam Krisis' photo
Lebih dari 83.000 penduduk Sudan mengungsi karena banjir. (dok. AJ+)

ACTNews, SUDAN – Sekitar 700.000 orang terancam menghadapi krisis setelah banjir menerjang Sudan. Sekitar 36 wilayah, ladang, bahkan kebutuhan hidup habis diterjang air bah. Lebih dari 5,5 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebagaimana dilaporkan Program Pangan Dunia (WFP)

WFP pun menaruh perhatian pada persawahan di wilayah Jonglei, tempat 85.000 orang mengungsi dan lebih dari 230.000 orang sudah terdampak banjir. Di Jonglei pula, hewan ternak mati dan sekolah digunakan sebagai tempat pengungsian.

Organisasi PBB untuk Pengungsi (OCHA) melaporkan, ratusan sekolah dan beberapa fasilitas kesehatan rusak. Darfur Utara, Khartoum, Darfur Barat dan Sennar adalah sejumlah negara bagian yang paling terpukul. Hampir setengah dari semua penduduk terdampak. Hampir 830.000 rumah warga hancur dan lebih dari 120 meninggal, menurut Komisi Bantuan Kemanusiaan Pemerintah.

Sementara itu, Andy Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, ACT tengah mengikhtiarkan bantuan terbaik untuk korban banjir Sudan. Ikhtiar itu tidak lepas dari dukungan Sahabat Dermawan Indonesia. “Kami berterima kasih atas dukungan dan kebaikan para dermawan. Semoga kita bisa senantiasa membersamai saudara yang membutuhkan di mana pun mereka berada,” kata Faradiba.[]