Akmal, Yatim Piatu di Aceh Butuh Dukungan Pengobatan

Setelah ditinggal sang ayah tahun 2018, Raisul Akmal (9) awal April lalu juga ditinggal sang ibu, Jauhari (34), yang juga seorang pasien Mobile Social Rescue Aksi Cepat Tanggap. Dalam kondisi yatim piatu, Akmal harus berjuang di tengah sakit tulang belakang yang ia derita.

Akmal selamat dari kecelakaan yang juga merenggut nyawa ayahnya. Walaupun selamat, kini ia menderita sakit patah tulang belakang yang membautnya tak bisa berjalan. (ACTNews)
Akmal selamat dari kecelakaan yang juga merenggut nyawa ayahnya. Walaupun selamat, kini ia menderita sakit patah tulang belakang yang membuatnya tidak bisa berjalan. (ACTNews)

ACTNews, PIDIE – Aksi Cepat Tanggap sempat membantu perjuangan Jauhari (34) untuk sembuh, salah satunya melalui program Mobile Social Rescue. Namun, perjuangan wanita yang menderita penyakit paru-paru itu harus berhenti awal April lalu

Qadarullah, Ibu Jauhari telah berpulang ke Rahmatullah empat belas hari yang lalu, setelah mengalami komplikasi. Beliau sempat juga menjalani operasi dua bulan yang lalu,” ungkap Munandar selaku Koordinator Program ACT Aceh, Sabtu (17/4/2021).

Kepulangan sang ibu membuat Raisul Akmal (9) kini menjadi yatim piatu. Ayah Akmal juga telah tiada karena kecelakaan tahun 2018 lalu. Akmal yang juga turut mengalami kecelakaan tersebut selamat. Ia menderita patah tulang belakang setelahnya. Akmal kini kesulitan berjalan.

“Almarhumah ibu Jauhari sangat berharap Akmal lekas sembuh sehingga bisa kembali belajar di sekolah. Masa depan Akmal masih panjang. Jalan yang ditempuhnya bila memiliki biaya, ia ingin membawa anaknya kembali berobat di rumah sakit. Dokter menyarankan anaknya menjalani operasi tulang sumsum belakang,” lanjut Munandar. Akmal kini diasuh oleh bibinya, Awaliyah, di Desa Daya Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh. 

Sebagai bantuan tahap awal, untuk membantu kebutuhan Akmal selama Ramadan, ACT menyampaikan distribusi bantuan pangan kepada keluarga Akmal. Aksi ini merupakan bagian dari Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan.

“Ke depan, kami membutuhkan bantuan lebih lanjut para dermawan. Akmal harus selalu menjalani terapi untuk pemulihan dan tumbuh kembangnya. Namun kendala biaya sangat besar. Semoga para dermawan mau membersamai ACT Aceh dalam membantu Akmal,” harap Munandar.[]