Aksi Damai Forum Masyarakat Semarang Bersama Uighur

Pada aksi damai ini, peserta menyuarakan dukungan kepada etnis Uighur yang berada di Provinsi Xinjiang, Cina.

Aksi Damai Forum Masyarakat Semarang Bersama Uighur' photo
Forum Masyarakat Semarang menyuarakan kepedulian untuk etnis Uighur. (ACTNews/Dananto Riski)

ACTNews, SEMARANG – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Semarang menggelar aksi damai pada Jumat (20/12). Pada aksi damai ini, peserta menyuarakan dukungan kepada etnis Uighur yang berada di Provinsi Xinjiang, Cina. Seperti informasi dan fakta yang diungkap berbagai media, bahwa etnis Uighur telah bertahun-tahun mengalami penindasan serta diskriminasi yang tidak adil dari pemerintah setempat.

Masa yang diperkirakan berjumlah 500 orang berbaris rapi memadati gerbang area kantor Gubernur Jawa Tengah. “Kita memang tidak bisa datang menemui mereka, kita tidak bisa menjabat tangan saudara Uighur. Namun, insyaallah doa kita semua tembus sampai langit! Doa kita di sini akan menjadi energi terhebat bagai saudara teraniaya,” pekik Hamas Rausyanfikr, salah satu orator dari Forum Masyarakat Semarang.

Hamas menambahkan, “Masalah Uighur adalah masalah kemanusiaan. Kebebasan beragama mereka dirampas. Maka, bukankah HAM masyarakat Uighur sudah dilanggar? Maka sudah sepantasnya pemerintah dan masyarakat dunia peduli akan nasib mereka,” imbuh Hamas.

Tragedi kemanusiaan yang dialami masyarakat Uighur sebenarnya telah mencuat sejak tahun lalu, namun kembali menghangat kala Mesut Ozil membuat tulisan di media sosial Twitter yang menggemparkan jagat dunia maya. Pemain berdarah Turki itu menyampaikan, "Alquran dibakar. Masjid-masjid ditutup. Sekolah-sekolah muslim dicekal. Cendekiawan agama dibunuh. Saudara-saudara dipaksai dikirim ke kamp konsentrasi," cuit Ozil, pada Jumat (13/12).

Dananto Riski selaku Koordinator Lapangan Aksi Damai untuk Uighur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat memberikan kepedulian. “Alhamdulillah, masa yang turun ke jalan kooperatif dan tertib. Terima kasih kepada Kapolrestabes dan Kodim Kota Semarang yang telah membantu mengamankan serangkaian acara hingga selesai,” kata Riski.

Lanjutnya, pihak Forum Masyarakat Semarang senantiasa mengajak untuk peduli terhadap krisis kemanusian yang dialami warga Uighur dan lainnya.  “Kita harus percaya, barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah kita telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Ini karena nyawa tidak terbeli. Banyak maupun sedikit mereka harus dijaga,” terang Riski.

Sekitar 30 lembaga hadir dalam aksi damai ini. Perwakilan tersebut terdiri dari lembaga kemanusiaan, organisasi mahasiswa, ormas keagamaan, lembaga swadaya masyarakat dan majlis taklim dari berbagai daerah di Semarang. Dalam rangkaian acara aksi damai, terdapat orasi kebangsaan, dilanjutkan dengan tausiah oleh pemuka agama, kemudian diakhiri dengan doa bersama. []

Bagikan

Terpopuler