Aksi Humanity Food Truck Terus Berlanjut di Tanah Bencana

Di masa pemulihan pascabencana Sulbar, ACT tetap menyiagakan armada kemanusiaan Humanity Food Truck. Truk berdapur itu hingga kini tetap menghidangkan sajian terbaik bagi para penyintas yang tengah mencoba kembali bangkit.

HFT-ACT di Mamuju
Humanity Food Truck yang terparkir di depan Posko Induk ACT di Mamuju. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MAMUJU Satu bulan sudah armada kemanusiaan Humanity Food Truck menemani warga di Mamuju dan Majene yang terdampak gempa magnitudo 6,2. Bersama seluruh krunya, truk berdapur itu berkeliling ke berbagai titik di tanah bencana tersebut. Hidangan siap santap yang kemudian lahir dari truk rakitan karoseri New Armada, Magelang, Jawa Tengah. Sambutan dan senyum hangat pun hadir dari para penerima manfaatnya.

Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju, Lukman Solehudin, mengatakan, hingga Selasa (23/2/2021) kemarin, telah terhidang puluhan ribu porsi makanan siap santap. Makanan yang diolah oleh koki profesional yang diboyong langsung dari Jakarta tersebut dinikmati penyintas gempa di Mamuju dan Majene. Mereka bukan hanya yang bertahan di pengungsian dekat Jalan Trans-Sulawesi saja, tapi juga didistribusikan ke penyintas yang tinggal di pedalaman Mamuju serta Majene.

“Dalam proses distribusi, kami ikhtiarkan secara merata, termasuk makanan siap santap. Menggunakan mobil berpenggerak empat roda, hidangan yang telah matang dari Humanity Food Truck diangkut menuju berbagai titik pengungsian di daerah yang sulit dijangkau,” jelas Lukman, Rabu (24/2/2021).

Saat ini, penanganan bencana di Mamuju dan Majene tengah masuk masa pemulihan pascabencana. Akan tetapi, ACT tak begitu saja meninggalkan para penyintas yang tengah mencoba kembali bangkit. Pasalnya di masa pemulihan ini, kondisi penyintas belum sepenuhnya kondusif, termasuk ekonomi. Sehingga, pendampingan, khususnya pemenuhan pangan, masih perlu dilakukan.

Humanity Food Truck merupakan salah satu armada kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berfungsi memberikan layanan makan gratis. Truk tersebut dilengkapi dengan alat dapur lengkap dengan kualitas baik sehingga mampu menghidangkan hingga ribuan porsi dalam sekali masak. Kokinya pun merupakan profesional yang telah biasa memasak dalam kondisi serba terbatas, seperti di tempat bencana yang tak melulu tersedia berbagai bahan masak.

“Untuk di tempat bencana, kendala utama bahan masaknya enggak lengkap, karena biasanya kan pasar tutup sama bahan pangan terbatas. Jadi perlu penyesuaian bahan tanpa mengurangi kualitas rasa dan gizi,” ungkap Awang, Koki Humanity Food Truck yang bertugas di Mamuju pada awal Februari lalu.

Selain di Sulawesi Barat, Humanity Food Truck juga diterjunkan ke wilayah lain yang tengah diterjang bencana, seperti Kalimantan Selatan serta area Jabodetabek. Hidangan siap santap yang tersaji dari Humanity Food Truck merupakan buah kedermawanan masyarakat.[]