Aksi Kemanusiaan ACT Yogyakarta selama PPKM

Sejak pemberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas, ekonomi masyarakat terdampak. Untuk membantu warga, ACT Yogyakarta berkomitmen membersamai mereka dengan berbagai aksi kemanusiaan. Bahkan ke depan aksi akan diperluas untuk para pedagang di Pasar Malioboro yang sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

act yogyakarta ppkm
Distribusi Operasi Pangan Gratis untuk porter di stasiun Lempuyangan Yogyakarta. (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTA Pemerintah kembali memperpanjang PPKM hingga 9 Agustus 2021. Hal ini tentu saja berdampak pula ke sektor ekonomi masyarakat. ACT Yogyakarta berkomitmen membersamai warga yang terdampak pandemi. Komitmen ini sudah dilakukan sejak awal PPKM diberlakukan pada Juli 2021. 

Bentuk komitmen membersamai masyarakat terdampak pandemi diwujudkan dalam berbagai aksi di antaranya Operasi Pangan Gratis dan Operasi Makan Gratis untuk warga yang sedang isolasi mandiri, porter stasiun,  warga pra sejahtera, dan tenaga medis. Selain itu juga pemberian paket hygiene kit  untuk tenaga kesehatan di rumah sakit yang menjadi pusat penanganan pasien Covid-19. 

“Sejak 3 Juli sampai 3 Agustus, ACT DIY sudah menyalurkan 300 paket bantuan pangan untuk masyarakat yang sedang isolasi mandiri dan terdampak Covid-19. 500 paket makanan untuk tenaga medis dan juga warga yang Isoman. Serta bantuan berupa paket hygiene kit untuk rumah sakit dan selter karantina Covid-19,” kata Danang Nur Hidayat dari tim program ACT Yogyakarta.

Danang mengungkapkan, selanjutnya aksi kemanusiaan ACT Yogyakarta akan diperluas dan menyasar UMKM dan PKL di Pasar Malioboro. Di mana akibat pembatasan, para pedagang menyerah dan mengibarkan bendera putih. 

“Kita tahu PPKM melarang pasar atau pedagang yang menjual barang-barang non esensial ditutup, termasuk Pasar Malioboro. Bahkan akibat PPKM yang terus diperpanjang, mereka mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Tahap awal insyaallah akan kami salurkan 1.000 bantuan paket pangan untuk para pedagang,” ujar Danang. 

Danang mengajak masyarakat dan para dermawan untuk bahu membahu membantu warga yang kesulitan akibat pandemi Covid-19. Karena pandemi adalah masalah bangsa yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Dengan gotong royong, masalah besar menjadi ringan dan dapat diselesaikan. []