Aksi Sejahterakan Dai Pejuang Keluarga di Kudus

Mensukseskan Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia, ACT memberikan bantuan kepada para dai pejuang nafkah keluarga di Kudus, Jawa Tengah yang terdampak pandemi.

dai di kudus
Ustaz Nur Hamid sedang mengajar mengaji. (ACTNews)

ACTNews, KUDUS – Dukungan untuk menyejahterakan dai Indonesia terus meluas. ACT Pati pada Senin (27/9/2021) lalu memberikan bantuan kepada para dai di wilayah Desa  Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Para dai penerima merupakan guru-guru mengaji pra sejahtera yang memiliki dedikasi tinggi terhadap generasi Islam. 

Salah satu penerima, Ustaz Nur Hamid merupakan kepala keluarga yang saban hari berjualan kopi dan gorengan untuk memenuhi kebutuhan. Aktivitasnya sebagai guru mengaji ia lakukan secara sukarela. “Untung jualan alhamdulillah cukup memenuhi kebutuhan hidup, meski saat pandemi pernah berkurang juga,” katanya. 

Penerima manfaat yang lain, Ustaz Fathoni, setiap hari berjualan cilok dan memelihara kambing. Sementara, Ustazah Siti Munawaroh membantu sang suami dengan membuka warung di rumah. Keuntungan berjualan tidak menentu setiap harinya. “Yang penting balik modal, meski untungnya kecil,” jelasnya.

Bantuan biaya hidup juga diberikan kepada Ustazah Ari Handayani. Selain menjadi pengajar di TPQ Nurul Furqon Kudus, Ustazah Ari Handayani juga menjual jilbab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Bantu-bantu suami jualan di pasar juga secara online,” ungkapnya. 

Farah Husni Hasbi dari tim ACT Pati Raya mengungkapkan, Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia merupakan insiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu para dai yang kesulitan di masa pandemi. “Sebagai lembaga kemanusiaan Islam global profesional, ACT turut serta mendukung gerakan tersebut,” pungkasnya.[]