Al-Ansor, Tumpuan Pendidikan Agama di Bantaran Sungai Cikaso

Pesantren Al-Ansor sangat terkenal di kalangan masyarakat pinggir sungai Cikaso. Pesantren yang telah berdiri sejak 1990 itu telah menjadi kepercayaan ratusan keluarga menitipkan anak-anak mereka untuk menimba ilmu.

Pesantren Al-Ansor di sisi Sungai Cikaso. (ACTNews)

ACTNews, SUKABUMI – Berada di sisi sungai nan teduh menjadi potret tempat belajar bagi puluhan anak-anak di sekitar sungai Cikaso. Tempat itu adalah Pesantren Al-Ansor, di Desa Ciloma, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. 

Pesantren ini sangat terkenal di kalangan masyarakat pinggir sungai Cikaso. Bukan hanya karena telah berdiri sejak tahun 1990, tetapi juga karena kualitas lingkungan pendidikannya. Ratusan keluarga telah memercayakan anak-anak mereka menimba ilmu di Pesantren Al-Ansor. 

Madrasah berusia 30 tahun itu berbeda dari pesantren kebanyakan. Di Al-Ansor, para siswa mulai berdatangan setiap sore. Mereka berjumlah 80 orang, usianya sekitar 7-17 tahun, lengkap dengan pakaian seragam gamis, batik, dan kopiah.

Sebagian besar anak-anak datang menggunakan sampan, sebab rumah dan pesantren di batasi oleh Sungai Cikaso. Butuh waktu setengah jam hingga satu jam untuk sampai. Setelah sampai di pesantren, mereka akan bersiap-siap untuk menyambut magrib. Anak laki-laki biasanya bermain, bercanda dengan sesama, atau saling usil. Sedangkan anak perempuan membersihkan atau membantu ustazah memasak makan malam. Sebelum waktu magrib, ada yang langsung menyantap makan malam, beberapa menunggu magrib selesai.