Al-Qur’an Wakaf Mudahkan Santri Rumah Tahfiz Dusun Pala Mengaji

Rumah Tahfiz Dusun Pala memang belum bisa memenuhi kebutuhan Al-Qur’an para santri karena tidak ada dana operasional yang bisa diandalkan. Anak-anak tidak dipungut biaya satu rupiah pun untuk belajar di Rumah Tahfiz ini.

Santri Rumah Tahfiz Dusun Pala, Desa Teluk Limau, Paritiga, Bangka Barat. (ACTNews)

ACTNews, BANGKA BARAT — Saat bulan suci Ramadan, umat islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Namun, ketersediaan Al-Qur’an layak tidak dapat dimiliki setiap orang, salah satunya para santri di Rumah Tahfiz Dusun Pala, Desa Teluk Limau, Parit Tiga, Bangka Barat. 

Ustazah Rosmala sebagai salah satu Pengurus Rumah Tahfiz Dusun Pala menceritakan, dana operasional Rumah Tahfiz sejauh ini belum memadai untuk membeli Al-Qur’an bagi para santri. Sejauh ini, santri hanya membaca Al-Qur’an usang milik mereka masing-masing yang sudah berusia bertahun-tahun.

Baca juga: Bahrun: Alquran Terendam Banjir, Aktivitas Pengajian Terhenti

"Alhamdulillah, sebelumnya belum ada yang mengirim bantuan Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Dusun Pala ini. Berkat bantuan dari Global Wakaf-ACT, anak anak kami semakin mudah untuk belajar Qur'an," katanya saat tim Global Wakaf-ACT mengunjungi Rumah Tahfiz Dusun Pala, Senin (29/3/2021).

Pelaksana Tugas Kepala Cabang Global Wakaf-ACT Bangka Belitung Cherry Octoryan menerangkan, total Al-Qur’an yang diberikan sebanyak 175 eksemplar. Berdasarkan hasil asesmen tim Global Wakaf-ACT, Rumah Tahfiz Dusun Pala memang belum bisa memenuhi kebutuhan Al-Qur’an para santri karena tidak ada dana operasional yang bisa diandalkan.

“Anak-anak tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Rumah Tahfiz Dusun Pala memiliki dua tenaga pengajar, yakni ustaz Saiful dan ustazah Rosmala. Para guru ini mengajar secara sukarela,” jelas Cherry. Rumah Tahfiz Dusun Pala terletak tepat di bibir Pantai Pala.  Kondisi bangunan rumah Tahfiz Dusun Pala berdinding papan yang sebagian sudah lapuk dimakan usia.[]