Alami Kecelakaan, Puput Lumpuh Selama 12 Tahun

Alami Kecelakaan, Puput Lumpuh Selama 12 Tahun

ACTNews, KARAWANG - Remaja yang tengah rebahan itu bernama Puput Melati (18). Meski rambutnya gundul, Puput adalah remaja perempuan. Sejak mengalami kecelakaan pada usia 6 tahun, Puput mengalami kelumpuhan. Ia terserempet sepeda motor hingga jatuh, lalu kepalanya terbentur aspal. 

Selang 3 bulan kemudian, penderitaan Puput bertambah. Ia kerap mengalami kejang secara tiba-tiba. “Sakit yang diderita anak saya bukan dari lahir. Puput terlahir normal seperti anak-anak pada umumnya. Namun, usai kecelakaan itu, Puput seringkali kejang dan kesehatannya menurun drastis,” jelas Husnaini, ibunda Puput. 

Akibat penyakit kejang yang dideritanya secara tiba-tiba, Puput sempat mendapat penanganan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Puput pun mendapat resep obat yang harus diminumnya secara rutin. Kata Husnaini, sampai sekarang Puput masih mengkonsumsi obat itu. Sebab apabila tidak, Puput akan kembali mengalami kejang. 

Terhitung dua belas tahun sudah, Puput hanya bisa berbaring. Ia bahkan tak pernah merasakan bangku sekolah. Sejak mengalami kelumpuhan, rupanya Puput juga menderita atropi pada kaki dan tangannya, yakni penurunan fungsi otot karena ukurannya mengecil, juga kehilangan kemampuan berkontraksi. 

“Usianya memang sudah besar, namun kalau melihatnya seperti ini Puput seperti masih kecil saja. Tidak bisa apa-apa, jangankan untuk berjalan, untuk duduk pun Puput tidak mampu. Selama ini apabila saya hendak membawa Puput pergi, untungnya ada kursi roda yang kami dapat dari pemerintah,” kata Husnaini. 

Tak berhenti di sana, kesedihan Puput semakin bertambah sebab ia tak memiliki sosok ayah yang bisa mendampingi. Ayah Puput telah meninggal dunia bahkan sebelum ia mengalami kecelakaan. Alhasil Puput hanya memiliki Husnaini, ibunya yang kini juga berperan sebagai kepala keluarga. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Husnaini mengaku mendapat penghasilan dengan berjualan gorengan. “Terkadang saya bisa mendapat 70 ribu per hari. Bukan penghasilan bersih, uang itu harus saya potong untuk modal lagi besoknya. Selain untuk makan, uang itu juga untuk membeli obat rutin Puput,” paparnya. 

Melalui program Mobile Social Rescue (MSR) - Aksi Cepat Tanggap pun menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Puput di Kampung Teluk Ambulu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sesampainya tim pada Sabtu (24/11) siang, tim MSR-ACT pun melihat sosok Puput yang hanya bisa berbaring lemas. 

“Rasanya tidak tega melihat Puput hanya bisa berbaring. Bukan di kasur empuk, alasnya hanya menggunakan tikar seadanya. Bahkan rumah mereka pun bisa dibilang tidak layak. Kayu-kayu yang menjadi pondasi sudah mulai rapuh,” ungkap Nurjannatunaim selaku Koordinator Tim MSR - ACT. 

Sembari mengajak Puput berkomunikasi, tim MSR-ACT yang juga merangkap sebagai tenaga medis pun melakukan pemeriksaan. Tujuannya untuk memastikan bahwa kondisi Puput sedang baik-baik saja. “Alhamdulillah, kondisinya baik. Puput pun masih rajin minum obat, sehingga tak ada kekhawatiran dia akan alami kejang,” tambah Nur. 

Selain menerima layanan medis, keluarga Puput juga menerima bantuan berupa sembako dan perlengkapan rumah untuk sehari-hari. Nantinya, tim MSR-ACT berencana akan kembali menyambangi kediaman Puput untuk melakukan pendampingan. “Insya Allah, kami akan memeriksa kesehatan Puput secara rutin, sekaligus memberikan kebutuhan makanannya,” pungkas Nur. []