Alami Kekeringan, Pasokan Air Bersih Didistribusikan kepada Warga Sukabumi

Alami Kekeringan, Pasokan Air Bersih Didistribusikan kepada Warga Sukabumi

ACTNews, SUKABUMI - Bagi warga Kabupaten Sukabumi, tiga bulan terakhir ini berlalu dengan kondisi lingkungan yang begitu kering. Sejak Juli silam, hujan semakin jarang mengguyur wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor ini. Musim kemarau kembali membawa masalah kekeringan bagi puluhan ribu warga Sukabumi.

Dampak kekeringan ini terlihat jelas di 13 kecamatan di Sukabumi. Mereka di antaranya Simpenan, Cibadak, Jampangkulon, Waluran, Gegerbitung, Cidolog, Bantargadung, Cikakak, Ciemas, Sagaranten, Gunungguruh, Tegalbuleud, dan Cikidang.

Sudah beberapa bulan warga lokal mengeluhkan krisis air bersih. Sumur yang mereka andalkan sebagai sumber air bersih utama tak lagi mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespon dampak kekeringan yang ada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi telah mengeluarkan surat pernyataan siaga darurat bencana pada 1 Agustus lalu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo mengatakan, status siaga darurat bencana tersebut berlaku hingga Oktober mendatang.

Aksi Cepat Tanggap beserta Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Sukabumi turut terjun langsung ke beberapa wilayah terdampak. Menurut Ahmad Rifai selaku Manager Relief Management Program ACT, warga di 13 kecamatan tersebut sangat membutuhkan air bersih.

“Mereka benar-benar kesulitan pasokan air. Jangankan untuk mandi, untuk kebutuhan memasak atau konsumsi saja harus mencari sumber air alami atau meminta tetangga desa yang jaraknya 1 hingga 3 km,” papar Ahmad Rifai.

Sejak Sabtu (16/9) hingga Senin (18/9), bantuan tanggap darurat berupa air bersih secara bertahap didistribusikan di beberapa kecamatan yang dilanda kekeringan. Mereka di antaranya adalah Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Bantar Gadung, dan Kecamatan Cirenghas.

“Di hari ketiga ini, kami sudah mendistribusikan 6 tangki besar air bersih untuk ratusan warga yang sangat membutuhkan pasokan air bersih,” lanjut Ahmad.

Luapan rasa syukur diungkapkan oleh salah satu warga Kecamatan Pelabuhan Ratu ketika dirinya mendapatkan dua jeriken air bersih yang dipasok oleh ACT. Karena menurutnya, sudah tiga bulan ini ia dan beberapa warga lainnya sulit sekali mencari air bersih.

Koordinator Daerah MRI Sukabumi Siti Mariam mengatakan, bersama ACT,  timnya terus berupaya membantu menanggulangi bencana kekeringan. Salah satunya dengan pendistribusian air bersih.

“Karena seperti yang kita tahu, air bersih masih sangat diperlukan untuk masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Siti Mariam.

Insya Allah, program pendistribusian air bersih ini akan berjalan selama beberapa hari ke depan. Bantuan air bersih akan menjangkau sejumlah wilayah lainnya di Sukabumi yang mengalami kekeringan.

“Kami berharap program ini bisa berlangsung hingga kekeringan di Sukabumi usai. Mohon doanya semoga ikhtiar ini berjalan lancar,” pungkas Ahmad Rifai. []

Tag

Belum ada tag sama sekali