Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam Gelar Aksi Peduli Palestina di Mataram

Sejumlah organisasi mahasiswa, ormas, dan komunitas se-Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi peduli Palestina. Aksi ini ditujukan sebagai penolakan atas kesepakatan Deal of Century yang dinilai merugikan Palestina.

Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam Gelar Aksi Peduli Palestina di Mataram' photo
Barisan peserta aksi yang tengah berjalan di sekitar Kota Mataram. (ACTNews)

ACTNews, MATARAM – Gabungan dari organisasi mahasiswa, ormas, dan komunitas se-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam menggelar aksi peduli Palestina. Aksi berlangsung bertepatan dengan kegiatan Car Free Day pada Ahad (9/2) lalu di Jalan Udayana. Sejak pukul 06.00 WITA, massa telah berkumpul di Islamic Center Kota Mataram membawa atribut Palestina beserta atribut organisasi masing-masing. 

Aksi ini adalah reaksi penolakan terhadap deklarasi Peace to Prosperity yang kemudian dikenal luas sebagai The Deal of The Century yang dikemukakan pada 28 Januari lalu. Kesepakatan tersebut dibuat tanpa kesepakatan pihak Palestina dan dinilai makin merugikan warga Palestina yang selama ini dijajah Israel.


The 
Deal of the Century adalah bentuk pemaksaan yang telah mencederai rasa keadilan dunia internasional dan melanggar HAM rakyat Palestina. Kesepakatan ini juga merusak upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina yang selama ini terus dilakukan PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” ujar Lalu Muhammad Alfian sebagai Koordinator Aksi.

Massa yang berkumpul mengajak oleh seluruh pihak menolak kesepakatan tersebut. Terutama mereka mengajak kaum muslim Indonesia yang meyakini bahwa penjajahan harus dihapuskan serta mengingat bahwa Masjid Suci Al-Aqsa adalah warisan umat Islam.


Orasi di tengah aksi yang mengajak seluruh umat Islam untuk menolak Deal of Century dan membela Palestina. (ACTNews)

“Kita ingin menyerukan seluruh kaum muslimin, seluruh ulama, lembaga-lembaga Islam, lembaga kemanusiaan dan para aktivisnya, untuk melanjutkan aksi penolakan terhadap usulan tersebut. Kita juga sebaiknya melanjutkan bantuan-bantuan apapun yang bisa diberikan untuk mengembalikan kesucian Baitul Maqdis yang di dalamnya ada Masjid Al-Aqsa As-Syarif serta kembalinya kemerdekaan Palestina,” kata Alfian.

ACT turut hadir dalam aksi itu. ACT juga menjadi salah satu lembaga kemanusiaan yang terus mengikhtiarkan dukungan untuk rakyat Palestina melalui aksi-aksi kemanusiaan. Sejak 2015, ACT mewakili masyarakat Indonesia berikhtiar meredam krisis tersebut dengan memasok bantuan air bersih melalui program Humanity Water Tank. Tahun 2019, lebih dari 1,2 juta jiwa rakyat Palestina dirangkul sahabat dermawan Indonesia. Mereka tinggal di Gaza dan Tepi Barat. []


Bagikan