Alih Usaha Erni Agar Asap Dapur Tetap Mengepul

Sejak pandemi, sektor wisata DI Yogyakarta mengalami penurunan, termasuk usaha Erni, pengrajin tas kain perca. Saat ini ia ingin membuka usaha baru di bidang kuliner demi terus menghidupi keluarga.

Penjahit kain perca
Erni di rumahnya yang juga menjadi tempat produksi tas kain perca. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Setahun sudah Covid-19 melumpuhkan sektor wisata di Yogyakarta. Erni Yuniawati (40) warga Grojogan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, turut merasakan dampak pandemi. Pasalnya, ia membuka usaha cenderamata dan pengrajin kain perca untuk dijadikan tas.

Karya Erni dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta. Sebelum pandemi, penghasilan Erni bisa mencapai Rp 2,5 juta per bulan. Namun, Covid-19 menutup jalan para wisatawan. Tas buatan Erni pernah tidak laku sama sekali.

“Karena tidak ada keuntungan, akhirnya saya ambil uang modal untuk makan sehari-hari," kata Erni kepada tim Global Wakaf-ACT Februari lalu.

Hingga kini, di era kenormalan baru, pembeli tas kain perca Erni belum sebanyak dahulu. Pasalnya, sektor wisata di Yogyakarta belum sepenuhnya pulih. Erni pun ingin mencoba usaha di bidang lain yang tak selalu mengandalkan sektor pariwisata. 

"Saya ingin berjualan gorengan sama tambah modal buat bikin tas perca lagi,” harap Erni. Alih usaha Erni lakukan agar asap dapur di rumahnya tetap mengepul. Ia bisa menafkahi keluarga.

Di bulan Februari lalu, Global Wakaf menyerahkan bantuan modal usaha dari program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Melalui program ini, Erni mendapatkan modal tambahan untuk mewujudkan rencananya membuka usaha tambahan.



Sementara itu, Raka Ginanjaya Gumelar dari Tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, pandemi amat memengaruhi ekonomi warga, selain pelaku usaha, pandemi juga berimbas kepada ekonomi korban bencana alam. 

"Sebab itu, selain Erni sebagai contoh pelaku usaha di bidang pariwisata yang terdampak pandemi, kami juga memberikan dukungan modal kepada pelaku usaha di wilayah terdampak bencana, antara lain di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan," kata Raka, Selasa (2/3/2021).

Bukan hanya memberikan dukungan wakaf, Global Wakaf-ACT juga memberikan pendampingan bakal diberikan sebagai langkah nyata Global Wakaf ke pelaku usaha kecil dan mikro dalam melewati ujian pandemi.[]