Aman Berkurban dengan Protokol Kesehatan

Penggunaan masker serta sarung tangan menjadi aturan yang tak boleh dilanggar oleh relawan yang bertugas selama proses penyembelihan hewan kurban di Malang. Hal ini bertujuan untuk memutus sebaran virus corona yang saat ini jumlah kasusnya terus meningkat.

Proses menguliti hewan kurban yang disembelih di Malang. (ACTNews)

ACTNews, MALANG – Sudah dua kali masyarakat muslim Indonesia melewati hari raya dengan adanya pandemi Covid-19. Akibat pandemi ini, beragam tradisi dan kebiasaan berubah drastis. Saat Idulfitri lalu, silaturahmi dimaksimalkan dengan cara daring. Sedangkan ketika Iduladha datang, masyarakat selalu riuh dengan pemotongan hewan kurban. Namun, tahun ini segala bentuk perayaan hari raya diwajibkan menerapkan protokol Covid-19 demi memutus rantai sebaran virus.

Dalam penyelenggaraan penyembelihand dan distribusi kurban di Malang, Global Qurban - ACT turut menerapkan protokol kesehatan. Iqrok Wahyu Perdana dari Tim Program Global Qurban - ACT Malang mengatakan, setiap relawan yang ditugaskan sangat diwajibkan menggunakan masker serta sarung tangan karet untuk meminimalisir sebaran Covid-19. Selain itu, disinfeksi pun dilakukan ke alat-alat yang digunakan untuk menyembelih dan mencacah daging kurban. “Selain relawan, masyarakat yang mendapatkan daging kurban pun kami berikan masker,” jelasnya, Ahad (2/8).

Di Malang sendiri, pada tasyrik pertama dan kedua, yakni 1-2 Agustus, Global Qurban - ACT menyembelih 10 sapi serta 15 kambing. Puluhan hewan kurban itu dijadikan dua ribu paket daging dan didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di Malang Raya.

Malang menjadi salah satu lokasi pendistribusian hewan kurban dari Global Qurban - ACT. Hal tersebut mengacu pada kondisi Malang yang menjadi salah satu wilayah yang terpapar pandemi Covid-19. Secara umum, tahun ini selain menyasar lokasi jarang mendapatkan kurban, tepian negeri, masyarakat prasejahtera serta muslim sebagai minoritas, Global Qurban - ACT turut menyasar kota-kota yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

“Semua ini tidak lepas dari peran pekurban yang telah mengamanahkan kurban mereka melalui Global Qurban - ACT. Insyaallah, selepas momen kurban, kami akan terus membersamai saudara sebangsa yang terdampak pandemi melalui rangkaian program pangan dan modal usaha,” jelas Iqrok.[]