Amanah di Tepian Negeri Itu Dimulai

Berangkat pada pertengahan Juli lalu, Ade Nursyamsi telah sebulan menjalankan tugas berdakwah di Kepulauan Alor, NTT.

Amanah di Tepian Negeri Itu Dimulai' photo
Ade Nursyamsi (kiri) salah satu dai tepian negeri yang diberangkatkan Aksi Cepat Tanggap pertengahan Juli lalu. Ade diberangkatkan untuk khidmat atau mengabdi dan berdakwah di Kepualauan Alor, NTT. (ACTNews)

ACTNews, KEPULAUAN ALOR – Hampir 90 hari Ade Nursyamsi berada di Kabupaten Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia mengabdi di Timuabang, Kecamatan Pulau Pura, lebih dari 2.000 kilometer (km) jauhnya dari Mahad Aly An Nuaimy, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tempatnya menuntut ilmu selama tiga tahun.

Satu bulan setengah bertugas, Ade memegang amanah untuk mengajar siswa kelas IV, V, dan VI di MI Daarussalam Timuabang. “Saya mengajar mata pelajaran mata pelajaran Alquran, hadis, bahasa Arab, sejarah kebudayaan Islam. Total 54 siswa yang saya ajar,” cerita Ade, Sabtu (26/10). Bukan hanya para siswa, Ade juga melakukan mentoring atau belajar agama secara berkelompok bagi guru-guru MI Daarussalam.

Ade juga mengajar di TPA Al-Idzah Timuabang. Sekitar 40 Anak-anak di Kampung Timuabang Desa Maru, Kecamatan Pura, menjadi muridnya. “Anak-anak di kampung ini mempunyai semangat untuk belajar Alquran yang tinggi,” ungkap dai asal Majalengka itu.

Materi pelajaran yang diajarkan Ade adalah fikih, tajwid, tauhid, bahasa Arab, dan cara membaca Alquran. “Fikih dengan panduan kitab Safinatunnaja, tajwid dengan pegangan kitab Tuhfatul Athfal, tauhid dengan kitab Aqidatul Awam, belajar membaca atau iqra. Untuk siswa tingkat SMP dan SMA saya mengajar tata bahasa bahasa Arab,” jelasnya.

Selain mengajar dan berdakwah, Ade juga membantu masyarakat berkegiatan, misal dalam hal kerja bakti bersih desa atau membangun fasilitas desa. Belum lama ini, masyarakat Timuabang membangun masjid Timuabang,

“Kerja bakti setiap hari Ahad bersama masyarakat membangun Masjid Darussalaam untuk mengisi liburan adalah salah satu misi saya sebagai Da’i. Ini berkaitan juga dengan bersosialisasi. Berdakwah di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana kita ketahui, dakwah tidak hanya di mimbar saja akan tetapi di manapun kita bisa berdakwah,” ungkap Ade penuh yakin.

Ade juga menyampaikan, ia terus berusaha menjaga semangatnya untuk berdakwah. Mahasiswa tingkat akhir Mahad Aly An Nuaimy itu percaya berdakwah adalah salah satu cara menjadi manusia yang bermanfaat.

“Di Pulau Pura ini, masih perlu banyak bantuan sumber daya manusia dan materi untuk berdakwah. Kami sadar, kami masih banyak kekurangan. Untuk itu kami mohon dukungan dermawan semua,” akunya.

Dai Tepian Negeri merupakan salah satu program Global Zakat-ACT. Pada periode ini, Global Zakat bekerja sama dengan Mahad Aly An Nuaimy memberangkatkan 10 dai ke sejumlah pelosok Indonesia untuk berdakwah. Para dai itu antara lain diberangkatkan ke NTT, Kepulauan Mentawai, Maluku, dan Sulawesi. []

Bagikan