Ambulans Humanity Medical Services Siaga di Lokasi Kebakaran Cilandak

ACT melalui Tim Humanity Medical Services menurunkan satu unit ambulans dalam kebakaran yang melahap sebuah swalayan di Jalan Cilandak KKO, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021) malam. Sementara itu, sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan dahsyatnya kobaran api.

Kebakaran Swalayan Cilandak KKO
Tim Humanity Medical Services bersama Tim Palang Merah Indonesia DKI Jakarta. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Tim Humanity Medical Services turut merespons Kebakaran di Swalayan Cahaya di Jalan Cilandak KKO dekat dengan Markas Militer Bumi Marinir, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/9/2021) malam.

"Alhamdulillah kami langsung turun ke lokasi kejadian yang diperkirakan terjadi pada pukul 7 malam. Hadirnya kami untuk membantu evakuasi medis dan penanganan tindakan gawat darurat apabila ada korban. Tim medis kami itu standby sampai jam 10 malam," tutur perwakilan Tim Humanity Medical Services dr. Bara Purnawan Putra.

Dr. Bara menambahkan, kehadiran ACT akan terus membersamai masyarakat, khususnya dalam aksi tanggap darurat kebencanaan. "Insyaallah kehadiran ambulans menjadi ikhtiar dalam menolong korban yang membutuhkan pertolongan medis darurat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan, sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dari tiga kota, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, dikerahkan demi memadamkan dahsyatnya kobaran api.

"Semuanya ada 25 unit (mobil pemadam kebakaran) pengerahannya sekitar 120 personel," ungkap Satriadi kepada wartawan.

Tidak hanya melalap swalayan saja, kobaran api juga merembet ke bangunan kios sekitar. Akibatnya, sejumlah kios ponsel dan kios parfum hangus terbakar dan tidak tampak barang-barang yang tersisa.

Sementara itu, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko menjelaskan, penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan. Pihaknya beralasan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kondisi bangunan swalayan dinyatakan aman. "Olah TKP nanti sesudah padam 100 persen, dan benar-benar sudah dingin," ujarnya.