Ambulans Indonesia Layani Pasien Gaza dari Rumah ke Rumah

Karantina wilayah membuat warga Gaza tidak bisa leluasa pergi ke fasilitas kesehatan. Klinik Indonesia di Gaza pun tidak dapat beroperasi. Menyiasati keadaan itu, relawan medis dan mitra Aksi Cepat Tanggap mengoperasikan Ambulans Indonesia untuk memberikan pelayanan dari rumah ke rumah.

Ambulans Indonesia Layani Pasien Gaza dari Rumah ke Rumah' photo
Relawan medis Aksi Cepat Tanggap dalam aksi ambulans akhir Agustus 2020. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Mengenakan pakaian pelindung, masker, sarung tangan, dan penutup kepala, dokter dan relawan medis Klinik Indonesia di Gaza melayani pasien dari rumah ke rumah, Ahad (30/8) lalu. Langkah ini diambil untuk tetap memberikan pelayanan medis kepada pasien yang membutuhkan di kala karantina wilayah yang tengah dilakukan otoritas Gaza.

Hari itu, layanan kesehatan dilakukan kepada sekitar 30 pasien yang bermukim di kamp pengungsi internal Jabalia, Beit Lahia, Syiekh Raden, dan Beit Hanon. Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap melaporkan, hari itu ada 14 relawan medis yang bertugas. Ambulans Indonesia pun dioperasikan untuk membawa perlengkapan medis, obat, dan menjangkau tempat tinggal pasien.

“Ada 21 pasien laki-laki dan 8 pasien perempuan yang dilayani relawan medis pada aksi Ahad (30/8). Kebanyakan dari mereka melanjutkan perawatan luka akibat serangan. Pasien yang lain mengkonsultasikan penyakit mereka antara lain diabetes, gagal ginjal, hernia, bahkan kanker,” jelas Said.

Ia menjelaskan lebih lanjut, dalam keadaan lockdown Gaza saat ini, Klinik Indonesia tidak dapat beroperasi. Otoritas hanya membuka sejumlah rumah sakit utama yang memang menjadi rujukan pasien Covid-19.

“Tim Medis ACT di Klinik Indonesia berikhtiar tetap melayani pasien dengan sangat mematuhi protokol kesehatan. Pasien dan petugas medis sama-sama menggunakan masker dan mencuci tangan. Tim pun mengunjungi pasien-pasien yang telah didata dan memang harus mendapatkan perawatan berkala, seperti pemeriksaan bekas luka, pembukaan perban, atau konsultasi bulanan,” lanjut Said.

Said pun mengajak sahabat dermawan membersamai aksi relawan di Gaza dalam melakukan aksi kemanusiaan, baik layanan medis, pangan, maupun berkait dengan kesehatan. "Sahabat dermawan bisa memberikan sedekah terbaik melalui tautan donasi Indonesia dermawan atau transfer melalui rekening BNI Syariah 6600003314 atas nama Aksi Cepat Tanggap," imbuhnya.

Melansir dari Kantor Berita Palestina WAFA, per 2 September, 719 kasus baru terkonfirmasi di Palestina. Menteri Kesehatan Mai al-Kaileh mengumumkan dalam pernyataan pers, 233 kasus tercatat di Gubernuran Hebron, 41 lainnya di Nablus, 50 lainnya di Betlehem, 40 lainnya di Qalqilia, 50 lainnya di Ramallah dan al-Bireh, 20 lainnya di Jericho dan Lembah Jordan, satu lagi di Salfit, 11 lainnya di Tulkarem, lima lainnya di Tubas, 83 lainnya di Gaza, dan 167 di gubernuran Yerusalem. Sejauh ini, 184 orang meninggal dunia. Data itu menambah jumlah kasus di Palestina menjadi 31.333 kasus.[] 


Bagikan