Ambulans Pre-Hospital Layani Ratusan Pasien Palestina dalam Sepekan

Sepekan setelah diresmikan, lebih dari 500 penduduk Gaza menerima pelayanan medis dari ambulans pre-hospital ACT. Kendaraan ini mendukung kehadiran Klinik Indonesia yang sebelumnya telah ada di Gaza.

Ambulans Pre-Hospital Layani Ratusan Pasien Palestina dalam Sepekan' photo
Pasien yang diturunkan dari ambulans pre-hospital menuju Klinik Indonesia di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA Sebuah mobil Mercedes-Bens  yang terparkir di pelataran Klinik Indonesia di Gaza, Palestina telah menyalakan mesin. Tim medis sudah siap di dalam mobil. Dilengkapi peralatan medis untuk pertolongan pertama, mereka mulai melakukan perjalan  menuju salah satu rumah warga yang dilaporkan sedang sakit.

Kendaraan itu merupakan ambulans pre-hospital dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang disiagakan di Klinik Indonesia di Gaza. Terhitung sejak Rabu (12/2) lalu, mobil sudah selesai modifikasi interior dan eksterior serta siap untuk digunakan. Ambulans digunakan untuk membawa masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit atau unit kesehatan di Gaza Utara. Ambulans ini akan berjaga di titik-titik Great Return March," jelas Ahmad Al Najjar, Mitra ACT yang berada di Gaza.

Setelah proses modifikasi itu, ambulans sudah siap digunakan. Hingga Jumat (21/2) lalu, kendaraan ini telah melayani hingga ratusan warga Gaza. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, sejak 14 hingga 21 Februari, sebanyak 544 pasien telah mendapatkan pelayanan dari ambulans pre-hospital. “Beragam jenis penyakit telah ditangani hingga luka tembak akibat konflik kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Bahkan, pasien paling banyak berasal dari korban konflik kemanusiaan,” jelasya, Rabu (26/2).

Pasien yang mendapatkan penanganan medis dari ambulans pre-hospital pun beragam. Namun sebagian besar adalah laki-laki dan sisanya perempuan. “Untuk rentan usia paling banyak di umur 18-25 tahun, bahkan ada yang lebih dari 50 tahun. Ambulans ini melayani seluruh penduduk Palestina tanpa terkecuali dan bersiap 24 jam,” tambah Faradiba.

Kehadiran ambulans pre-hospital ini melengkapi pelayanan kesehatan reguler dari ACT untuk warga Palestina. Sebelumnya, Klinik Indonesia resmi dioperasikan. Adanya penyempurnaan pelayanan medis ini, diharapkan mampu membantu kebutuhan penduduk Palestina dalam urusan kesehatan, terlebih saat konflik kemanusiaan yang sewaktu-waktu dapat pecah.[]


Bagikan