Anak-Anak Beirut Terancam Tidak Dapat Bersekolah

Pascaledakan Agustus silam, Beirut belum juga putih. Sejumlah sektor pun membutuhkan perhatian ekstra untuk berfungsi kembali, salah satunya pendidikan. Satu dari empat anak di Beirut pun berisiko tidak dapat pendidikan.

Anak-Anak Beirut Terancam Tidak Dapat Bersekolah' photo
Ilustrasi. Anak-anak pengungsi Suriah korban perang yang tidak dapat melanjutkan pendidikan. (ACTNews)

ACTNews, BEIRUT – Hampir 85.000 siswa terdaftar di 163 sekolah yang rusak karena ledakan di Beirut. Jumlah itu menunjukan risiko yang dihadapi Beirut bahwa 1 dari 4 siswa di sana terancam tidak bersekolah, sebagaimana dikabarkan Reliefweb.

Sejumlah kesulitan yang dihadapi para siswa menjadi pekerjaan rumah Lebanon. Misalnya, para murid yang berasal dari sekolah rusak akan sulit menggapi sekolah baru karena jarak, ongkos, dan transportasi. Anak-anak dari keluarga prasejahtera akan sulit melakukan ini. Belum lagi, ancaman pelecehan dan keselamatan menjadi isu serius bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah di sesi sore.

Anak-anak dengan disabilitas, baik karena ledakan atau pun sudah mengalami disabilitas sebelumnya, akan menghadapi kesulitan menjangkau tempat sekolah mereka yang jauh dari rumah.

Sejauh ini, belum ada regulasi dari otoritas Beirut yang mengatur keberlanjutan pendidikan bagi para siswa yang kehilangan sekolah mereka. Sementara itu, kegiatan akademik akan dimulai pada pertengahan Oktober.

Di samping itu, dilansir dari PBB, Presiden Lebanon Michel Aoun, memohon dukungan publik untuk membantu Beirut pascaledakan. Bank Dunia menyebutkan, kerugian yang dialami Beirut akibat ledakan mencapai 3,5 miliar dolar, kerugian material sekitar 4,5 dolar, hampir 300.000 orang kehilangan tempat tinggal dan infrastruktur umum termasuk listrik dan air.

Pada tahap tanggap darurat ledakan Beirut Agustus lalu, ACT berkat dukungan dan sedekah Sahabat Dermawan segera mengirimkan bantuan pangan dan kesehatan. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, hingga kini program untuk Lebanon terus diikhtiarkan, termasuk untuk membantu para pengungsi Palestina dan Suriah di sana. “Sahabat Dermawan juga dapat mendukung program-program kami untuk dunia kemanusiaan global melalui Indonesia Dermawan,” kata Said.[]

Bagikan

Terpopuler