Anak-anak Palestina Hidup dalam Trauma Kekerasan

Menurut catatan UNICEF tahun 2018, sebanyak 2,3 juta dari 4,8 juta populasi di Palestina adalah anak-anak. Namun, lebih dari dua juta anak Palestina nyatanya tidak bisa menikmati hak mereka sebagai anak-anak yang seharusnya hidup dengan masa kecil bahagia.

Anak-anak Palestina Hidup dalam Trauma Kekerasan' photo

ACTNews, GAZA, YERUSALEM – Dunia memperingati Hari Anak Internasional pada 23 Juli. Di hari yang penuh dengan suara perlindungan hak ini, potret buram kondisi anak korban krisis kemanusiaan masih menghiasi.

Salah satu cerita duka terus datang dari tanah Palestina. Anak-anak di negeri itu hidup dalam bayang-bayang kekerasan. Selasa (9/7) lalu, Middle East Monitor memberitakan pasukan Israel membunuh 16 anak-anak Palestina di Jalur Gaza selama paruh pertama tahun 2019 ini. Pernyataan itu diungkap Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan.

Pihak Israel juga tercatat melakukan belasan serangan terhadap sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Israel juga dikabarkan menahan 17 anak-anak Palestina, meskipun mayoritas dari mereka kemudian dibebaskan.

Menurut Kelompok Hak Asasi Tahanan Addameer, lebih dari 800 anak-anak Palestina dari Yerusalem ditangkap pada tahun 2018. Pada tahun itu, setidaknya 41 anak ditahan di wilayah okupasi Yerusalem Timur.


Kekerasan yang diterima anak-anak Palestina pun terus berlanjut. Dalam catatan Badan Anak PBB (UNICEF), 320.439 anak-anak membutuhkan perlindungan program, termasuk dukungan psikososial. Dari jumlah itu, 25.246 anak berada di Tepi Barat dan hampir tiga ratus ribu lainnya berada di Palestina.

Dalam hal pendidikan, UNICEF juga mencatat, satu dari empat anak laki-laki berusia 15 tahun di Gaza putus sekolah. Perwakilan Khusus UNICEF Palestina Genevieve Boutin mengatakan, pihaknya tengah menjangkau anak-anak yang paling berisiko putus sekolah, khususnya remaja laki-laki. “Menangani masalah yang mereka hadapi sebelum terlambat, sangat penting untuk menjaga mereka tetap bersekolah," kata Genevieve.

Perhatian pada anak-anak Palestina terus diberikan dunia walaupun pasukan Israel terus melakukan pelanggaran sistematis terhadap warga Palestina, terutama anak-anak. Tindakan mereka pun melanggar hukum internasional dan konvensi yang mencakup hak-hak anak.[]

Sumber foto: ACT, Middle East Monitor.

Bagikan