Anak-Anak Palestina Terus Menjadi Korban Kekerasan Israel

Anak-Anak Palestina Terus Menjadi Korban Kekerasan Israel

Anak-Anak Palestina Terus Menjadi Korban Kekerasan Israel' photo

ACTNews, BETHLEHEM – Kekerasan militer Israel kepada anak-anak Palestina kembali terjadi, Senin (22/4). Osama Hajahjeh (16), sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tembak yang ia derita. Tentara Israel menembak Hajahjeh dua kali ketika tangan bocah laki-laki itu diborgol dan kedua matanya ditutup.

“Mereka pertama kali menembakku saat aku mencoba membenarkan posisi duduk, sebab mereka mendudukkanku di semak berduri,” cerita Hajahjeh kepada AFP melalui telepon dari salah satu rumah sakit di Beit Jala, dekat Bethlehem.

Insiden dimulai ketika Hajahjeh pulang dari sekolah. Hari itu sekolah memulangkan siswanya lebih cepat karena para siswa dan komite sekolah menghadiri pemakaman seorang guru di desa Tuqu – yang baru meninggal dunia ditabrak seorang pengemudi Israel saat jam sibuk. Sepulang dari pemakaman, seorang tentara Israel menghadangnya. Seketika mereka memborgol Hajahjeh dan menutup matanya.

“Ketika aku mulai meminta pertolongan penduduk desa, mereka menembakku lagi di paha kiri,” ungkap Hajahjeh. Saat ini Hajahjeh mengaku telah menjalani dua operasi dan keadaannya berlangsung stabil.

Sementara itu, miiliter Israel mengaku melakukan investigasi kepada sejumlah anak-anak yang diduga melakukan lemparan batu kepada tentara Israel.

Ayah Hajahjeh, Ali mengatakan, dia bersyukur bahwa seorang tentara memberikan perawatan medis kepada putranya. Namun menurutnya, Hajahjeh seharusnya tidak tertembak. "Hanya orang yang sakit yang menembak anak laki-laki yang ditutup matanya," kata Ali.

Selain Hajahjeh, Senin (22/4) dini hari, militer Israel juga menangkap 10 orang Palestina termasuk anak-anak di bawah umur, sebagaimana diberitakan Middle East Monitor. Berdasarkan Asosiasi Tahanan Palestina, tentara Israel menahan sejumlah pemuda di Bethlehem. Pemuda-pemuda tersebut antara lain Anan Ahmad Rabeh (18), Yazan Khaled Ayesh (16), Feras Amer al-Jaadi (28) and Muad Hassan Oweineh. Sedangkan di Yerusalem Tengah, dua anak di bawah umur atas nama Malek Nasser Hushiye (15) and Salah al-Sharqawi (15) juga ditangkap.

Kementerian Informasi Palestina menyatakan, sejumlah kekerasan, termasuk memukul, menendang, memborgol, menutup mata, dan menginterogasi anak-anak Palestina tanpa pendampingan hukum kepada mereka. Berdasarkan laporan yang mereka terima, mayoritas kekerasan dan penangkapan yang dilakukan tentara Israel terhadap anak-anak terjadi pada tengah malam. []

Bagikan