Anak-Anak Yaman Kembali Menjadi Korban Serangan

Anak-Anak Yaman Kembali Menjadi Korban Serangan

Anak-Anak Yaman Kembali Menjadi Korban Serangan' photo

ACTNews, SANA’A - Serangan demi serangan yang terus dilancarkan di Yaman membuat anak-anak Yaman masuk ke dalam ambang kematian. Bahkan belakangan serangan dalam bentuk ledakan mengenai dua sekolah yang terletak di Sana’a, Yaman, awal April lalu.

“Ledakan terjadi sesaat anak-anak meninggalkan ruang kelas untuk makan siang. Ledakan telah menghancurkan jendela, mengakibatkan pecahan peluru dan pecahan kaca masuk ke ruang kelas dan mengenai anak-anak,” ungkap seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya, melansir situs berita VOA.

Akibat tragedi serangan itu, sekiranya ada 14 anak yang meninggal dunia. Sementara 16 anak lainnya terluka dan harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Menurut Juru Bicara UNICEF Christophe Boulierac, kini sekolah pun tidak lagi aman bagi anak-anak Yaman. Bahkan para orang tua pun merasa khawatir untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah.

“Satu dari lima sekolah tidak bisa digunakan lagi akibat konflik. Beberapa diserang langsung, sedang yang lain digunakan untuk keperluan militer. Kini, pergi ke sekolah hanya mimpi bagi lebih dari dua juta anak di Yaman,” papar Christophe. 

Tercatat empat tahun sudah, serangan terus dilancarkan oleh kedua koalisi. PBB pun melaporkan lebih dari 2.670 anak-anak Yaman telah meninggal dunia, sebagian besar adalah korban dari serangan udara.

Adapun situs berita VOA juga menuliskan serangan paling mengerikan sepanjang sejarah konflik Yaman, yakni ketika serangan udara menimpa bus sekolah di Kota Sa’ada dan menewaskan 30 anak di dalamnya.

Lagi dan lagi, tragedi penyerangan di Yaman menyebabkan anak-anak dan keluarga yang terkena dampak di Sana’a membutuhkan bantuan. Tak hanya bantuan medis maupun pangan, UNICEF menyebutkan, mereka juga membutuhkan dukungan psikologis untuk meredam trauma. []

Sumber foto: VOA

Bagikan