Anik Bertahan dengan Usaha Minuman di Tengah Pandemi

Anik Lestari (42) sempat berjualan baju dan tas di beberapa titik wisata di DI Yogyakarta. Sayang, pandemi menumbangkan usahanya. Ia kemudian berfokus berjualan minuman dan jus untuk menyambung hidup.

1
Anik saat ditemui tim Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTA – “"Ya, lompat sana, lompat sini," kata Anik Lestari (42) ketika ditanya bagaimana cara dia memenuhi kebutuhan keluarga ketika usaha yang ia jalani menurun drastis pendapatannya dampak pandemi.

Beberapa kali Anik memang sempat berganti usaha. Ia pernah berjualan pakaian di Alun-alun Yogyakarta, juga memproduksi tas buatan tangan sendiri dibantu sang suami. Semua yang dilakukan Anik untuk membantu perekonomian keluarga.

Namun, tiga tahun belakangan, Anik juga menambah usaha, ialah berjualan jus serta minuman ringan di depan rumahnya di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Sayang, Maret 2020 Covid-19 resmi dinyatakan mewabah di Indonesia dan berdampak besar pada usaha serta ekonominya.

“Tapi karena pandemi, pengaruhnya banyak toko yang turun omzet. Malioboro juga wisatanya banyak ditutup, ngaruh besar sama jumlah pengunjung. Jadi ya harus cari peluang usaha lain yang bisa jalan,” kata Anik saat ditemui tim Global Wakaf-ACT beberapa waktu lalu.


Saat ini, usaha Anik yang bertahan hanyalah dagangan jus dan minuman ringan. Sebelum pandemi, uang yang bisa diterima setiap bulan sekitar Rp1,5-2 juta per bulan dari usaha ini. Akan tetapi, sekarang jumlahnya menurun dan tak menentu. Anik menuturkan, daya beli warga sekitar menurun menjadi faktor utama penurunan omzet yang diterimanya.

Penghasilan ini diakui Anik tak cukup untuk menghidupi anak serta orang tuanya. Maka sebagai tambahan penghasilan, ia bekerja serabutan dan menitipkan usaha jualan minumannya kepada sang ibu. Sementara suami Anik bekerja sebagai pengemudi ojek.

Sebagai orang yang membantu tulang punggung keluarga dalam masa pandemi yang sulit ini, banyak harapan Anik untuk mempertahankan serta mengembangkan usahanya. Harapan coba diwujudkan Global Wakaf-ACT melalui program Wakaf UMKM. “Bantuan modalnya akan saya belikan minuman jenis baru dan blender,” singkat Anik.[]