Anik Menjahit dan Mengajar Demi Nafkahi Tujuh Orang Anak

Di samping menjahit, Anik juga mencari sampingan dengan mengajar homeschooling. Dari penghasilan tersebut, ibu tunggal asal Kota Pekalongan ini bisa membiayai ketujuh anaknya yang masih sekolah.

bantuan modal usaha
Anik lihai menjahit berbagai jenis pakaian. Mulai dari baju, mukena, hingga daster. (ACTNews)

ACTNews, KOTA PEKALONGAN – Orang-orang memanggilnya Anik, seorang ibu tunggal dan kepala keluarga bagi tujuh orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Untuk melanjutkan kehidupan keluarga, perempuan asal Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ini, melanjutkan usaha menjahit yang ia lakoni sejak sepuluh tahun lalu.

Menjahit sudah menjadi keahlian Anik. Keterampilan itu bisa membuahkan baju-baju, mukena, dan berbagai jenis pakaian lain. “Kalau sekarang ini, lagi lebih aktif produksi daster. Semuanya saya produksi sendiri di rumah,” ungkap Anik ditemui Sabtu (21/8/2021) kemarin.

Sempat beberapa kali Anik membutuhkan modal agar usaha jahit ini dapat terus berjalan. Tetapi modal bagi Anik sukar didapatkan, terutama untuk pinjaman. “Kalau mau cari pinjaman modal itu saya sangat menghindari riba, tapi kayaknya agak susah di zaman sekarang cari pinjaman tanpa riba,” cerita Anik.


Selain dari pinjaman, Anik juga mendapatkan modal dari usaha sampingan. Ada jiwa seorang pengajar dalam diri Anik, sehingga di samping menjahit ia juga mencari pendapatan lewat mengajar homeschooling.

Ketulusan hati untuk berbagi ilmu ini juga disalurkan Anik di lingkungan rumah. Setiap Senin hingga Kamis, rumah Anik adalah taman baca Al-Qur’an bagi anak-anak sekitar kampung. “Kalau untuk taman baca, tidak dipungut biaya. Awalnya buat taman baca itu karena melihat anak-anak sering bermain di sore hari. Supaya ada hal-hal baik juga yang bisa mereka lakukan,” jelas Anik.

Untuk meringankan ikhtiar Anik dalam mencari penghasilan, Global Wakaf-ACT menyalurkan modal melalui program Wakaf UMKM. Anik nampak senang sebab harapan untuk mendapatkan modal tanpa riba akhirnya terwujud. “Alhamdulillah, dari modal ini saya bisa beli lemari kaca dan beberapa alat buat menunjang jahitan,” ucap Anik semringah. []