Anjuran Memberikan Kurban Terbaik

Dalam meraih ketakwaan kepada Allah di momen Iduladha ini, memberikan hewan kurban terbaik menjadi salah satu caranya. Daging dari hewan kurban terbaik tersebut juga menjadi hadiah bagi masyarakat yang secara ekonomi masih prasejahtera.

Sapi Kupang yang ada di salah satu peternakan di Cimanggis, Depok. Dari peternakan ini, direncanakan bakal ada seribu ekor sapi untuk pekurban Global Qurban. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Beberapa hari lagi, umat muslim di seluruh dunia bakal merayakan Hari Raya Iduladha. Para penjual hewan kurban telah menjamur di pingir-pinggir jalan. Semaraknya sudah mulai terasa. Hewan kurban terbaik pun disiapkan: tidak cacat, dalam kondisi sehat, dan telah cukup usianya hingga sebisa mungkin disalurkan ke orang yang benar-benar membutuhkan.

Ustaz Subki Al-Bughury dalam kesempatan mengisi acara "Munajat Dzulhijjah" yang diselenggarakan Global Qurban - ACT pada Sabtu (25/7) mengatakan, kurban merupakan ibadah keikhlasan. Hal tersebut karena tak lepas dari dana yang berhubungan dengan ekonomi. Akan tetapi, walau berkaitan dengan ekonomi, pekurban pun harus memberikan kurbannya dalam kondisi terbaik.

“Sebagai pekurban, kita harus memberikan hewan kurban yang terbaik. Sehat, tidak cacat, bobot dan umurnya sudah mencukupi,” jelasnya.

Memberikan kurban terbaik ini merujuk pada apa yang dicontohkan Habil, putra Nabi Adam yang memberikan kurban terbaiknya berupa hewan ternak yang kondisinya sangat baik. Sedangkan berbanding terbalik dengan saudaranya, Qabil, yang merupakan petani dan mengurbankan hasil pertanian dengan kondisi yang kurang baik.


Warga Kulon Progo yang menerima daging kurban dari Global Qurban tahun 2019 lalu. Di lokasi ini, muslim menjadi minoritas dan banyak dihuni masyarakat prasejahtera. (ACTNews/Eko Ramdani)

Ustaz Kyioichiro Sugimoto dari Jepang yang juga memberikan materi pada acara Munajat Dzulhijjah mengatakan, apa yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim tentang keikhlasan dalam berkurban juga perlu diperhatikan. Kisah tersebut mengajarkan tentang keikhlasan berkurban.

“Kisah Nabi Ibrahin dan anaknya, Nabi Ismail ini sangat menguatkan bahwa kita berkurban harus dengan yang terbaik,” katanya.

Ibadah kurban, tambah Sugimoto, merupakan bentuk hadiah kepada orang lain yang membutuhkan. Hal tersebut mengacu pada pendistribusian daging kurban yang umumnya diberikan ke masyarakat prasejahtera atau yang sedang tertimpa bencana. Maka dari itu, hewan sembelihan haruslah dalam kondisi sehat, sesuai dengan syariat. “Jika kita memberikan yang terbaik untuk ibadah kurban, nantinya Allah pun akan membantu segala urusan kita,” tambahnya.

Global Qurban - ACT sendiri, pada Iduladha 2020, telah menyiapkan hewan kurban terbaik. Daging-daging hewan kurban dari masyarakat Indonesia akan didistribusikan ke wilayah yang dihuni banyak masyarakat prasejahtera, muslim minoritas, wilayah bencana, hingga lokasi yang menjadi episentrum sebaran pandemi Covid-19. Sukorini selaku Koordinator Program Global Qurban - ACT mengatakan, selain dalam negeri, pendistribusian daging kurban juga dilakukan hingga luar negeri.

“Negara yang sedang dirundung konflik kemanusiaan seperti Palestina, Suriah, dan Rohingya menjadi target utama. Selain itu, wilayah krisis sumber daya seperti di Afrika dan negara dengan muslim sebagai minoritas akan kami kirimkan daging kurban terbaik dari masyarakat,” jelasnya.

Global Qurban - ACT menghadirkan beragam kemudahan berkurban. Keterbasan aktivitas akibat pandemi ini dimaksimalkan kanal digital sebagai medium transaksi berkurban, salah satunya melalui website Global Qurban. Selain itu, berbagai toko daring juga telah menyediakan hewan kurban dari Global Qurban. Ada juga Agen Qurban yang menjadi perantara pekurban untuk menyalurkan kurbannya ke Global Qurban. Semua kemudahan tersebut Global Qurban hadirkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pekurban di tengah pandemi ini.[]