Antarkan Bahagia Keluarga Palestina Lewat Sister Family Palestine-Indonesia

Program Sister Family Palestine Indonesia merupakan mediator untuk mempersaudarakan keluarga Indonesia dan Palestina. Lewat program ini pula, keluarga dermawan Indonesia dapat membantu meringankan beban hidup keluarga Palestina, dan mengantarkannya ke kebahagiaan bulan Ramadan.

Ilustrasi. Keluarga prasejahtera di Gaza membutuhkan bantuan pangan. (ACTNews)
Ilustrasi. Keluarga prasejahtera di Gaza membutuhkan bantuan pangan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Program Sister Family Palestine Indonesia kembali digaungkan ke publik oleh Aksi Cepat Tanggap pada Kamis (6/5/2021). Melalaui program yang bertujuan mempersaudarakan keluarga Indonesia dan Palestina itu, ACT ingin memasifkan ajakan menjelang bulan Ramadan ini.

Senior Vice President ACT Imam Akbari mengatakan, program ini amat diperlukan mengingat kondisi Gaza yang semakin memprihatinkan. "Saya pernah berkunjung ke Gaza. Saya turut merasakan getirnya kehidupan di sana. Saya merasakan betapa memprihatinkannya kondisi saudara dan keluarga kita di Palestina," ujar Imam dalam acara "Ramadhan, Bahagiakan Keluarga Palestina Tanpa Batas", Kamis (6/5/2021).

Lebih lanjut, Imam menjelaskan terdapat beberapa permasalahan yang ia lihat langsung dalam kunjungannya. Dari masalah energi, air bersih yang minim, hingga tingkat kerawanan pangan yang tinggi. "Belum lagi, ada sekitar 67 ribu rumah rusak akibat konflik di sana, sehingga ada sekitar 86 persen keluarga Palestina di Gaza membutuhkan bantuan kemanusian," tambah Imam.

Melalui Sister Family Palestine-Indonesia, Imam pun mengajak para keluarga dermawan di Indonesia mendukung kehidupan keluarga Palestina, terlebih saat bulan Ramadan ini. Imam berharap, jika permasalahan keluarga Palestina dapat sedikit dikurangi, maka mereka akan bisa lebih fokus beribadah di sisa bulan Ramadan.

"Setidaknya satu keluarga di Indonesia memberikan dukungan untuk satu keluarga di Palestina. Ini akan jadi persaudaraan yang luar biasa. Ada keberkahan yang mengalir," pungkas Imam.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan.  program Sister Family Palestine-Indonesia juga terinspirasi dari persaudaraan dua kaum di zaman Nabi Muhammad SAW, yakni Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar.


Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar (tengah) dalam acara "Ramadhan, Bahagiakan Keluarga Palestina Tanpa Batas", Kamis (6/5/2021). (ACTNews/Rizki Febianto)

"Saat kaum Muhajirin berhijrah dari Mekah ke Madinah tidak membawa seluruh harta, akhirnya mereka memiliki permasalahan ekonomi, sosial, dan juga kesehatan. Melihat kondisi kaum Muhajirin, dengan landasan kekuatan persaudaraan, maka kaum Anshar tidak membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Kaum Anshar dengan pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu kesusahan yang dihadapi kaum Muhajirin," jelas Ibnu.

Kebutuhan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh keluarga di Palestina, disebut Ibnu, adalah kebutuhan pangan. Jika satu keluarga dermawan menyumbang Rp3 juta, maka dapat menanggung kebutuhan pangan keluarga di Palestina. Sementara jika keluarga dermawan menyumbang Rp5 juta, maka bukan hanya pangan, namun juga menanggung pendidikan serta kesehatan keluarga di sana.

"Sebenarnya banyak kebutuhan lainnya yang dibutuhkan keluarga-keluarga di Palestina, seperti pakaian, dan lain sebagainya. Maka dengan Rp8 juta, satu keluarga dermawan sempurna menanggung seluruh keluarga Palestina," seru Ibnu.

Ibnu pun mengajak seluruh keluarga dermawan di Indonesia, khususnya mereka yang memilih rezeki berlebih, untuk dapat membagikan kebahagian Ramadan kepada keluarga Palestina, mengingat Ramadan menyisakan beberapa hari lagi, sehingga harus dimanfaatkan betul keberkahannya.

Untuk keluarga Indonesia yang ingin membantu keluarga di Palestina, dapat mengirimkan donasinya ke rekening BNI Syariah 66 0000 4001 atas nama Aksi Cepat Tanggap.[]