Antisipasi Kekeringan di Desa Kalikayen, Semarang

Debit air mulai berkurang setelah dua bulan Desa Kalikayen tidak diguyur hujan.

ACTNews, SEMARANG - Kemarau masih bercokol di Pulau Jawa selama lebih dari 60 hari. Di sejumlah wilayah yang baru terkena dampak kemarau, permasalahan minimnya air bersih mulai bermunculan. Salah satunya di Desa Kalikayen, Kecamatan Unggaran Timur, Semarang. Kemarau kini mengurangi debit air di sumber-sumber air di desa yang terdiri dari 5 dusun tersebut.

“Sumur itu kalau dikatakan kering sih belum karena kemaraunya baru masuk. Memang airnya berkurang, memang debitnya sedikit. Mereka yang ke sungai itu (adalah) mereka yang cuciannya banyak. Kan sayang ya kalau dia mencuci di sumur yang dia punyai,” kata Eva Adita selaku Seketaris Desa Kalikayen, Kamis (4/7).

Kata Eva, memang lima dusun yang ada di desa tersebut memiliki sumber air dan kondisi geografis yang masing-masing berbeda. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pun, pada akhirnya lebih beragam.


“Dusun satu misalnya. Di sana mata airnya masih ada. Masih ada jadinya, masih mencukupi. Ada juga dusun empat yang adanya di atas perbukitan sehingga airnya notabene minim. Mereka lebih memilih untuk turun ke sungai karena lebih dekat dari sana,” tutur Eva.

Walaupun begitu, karakter tanah yang secara umum seperti tanah liat membuat tanah sering mengalami sedikit kekeringan. Terutama ketika terjadi kemarau panjang. Untuk mengantisipasinya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah merencanakan program untuk mencegah bencana tersebut.

“Memang kondisinya itu demikian (seperti yang diceritakan Eva). Makanya kita akan mengadakan dropping air bersih untuk Desa Kalikayen. Memang ada tandon air, tapi tidak ada pengisian air secara berkelanjutan, sehingga kalau kosong ya, benar kosong. Masyarakat ambil air ke sendang atau sungai,” ujar Hamas Rausyan Fikr dari Tim Program ACT Jawa Tengah.


Kondisi paling membutuhkan menurut Hamas juga memang dusun empat yang diceritakan oleh Eva. Struktur tanah yang terdiri dari bebatuan membuat air menjadi sulit di sana. Ditambah, saluran irigasi ikut mengering sehingga tidak menyerap air.

“Untuk mengantisipasi kekeringan di Desa Kalikayen ini, rencananya memang akan kita adakan dropping air pada Jumat, Sabtu, dan Ahad mendatang. Nanti air ini akan kita sebar di beberapa titik. Terutama yang paling membutuhkan itu dusun empat,” kata Hamas. Hamas berharap, dengan adanya distribusi air pada akhir pekan ini, akan ikut meringankan kekeringan di Desa Kalikayen. []