Antisipasi Penyebaran Corona, ACT Kirimkan Masker ke Berbagai Negara

Virus Corona, kini disebut Covid-19, telah menyebar ke seluruh dunia dan menjangkit hingga 30.000 jiwa. Mengantisipasi penularan, Aksi Cepat Tanggap bersama para dermawan bergerak mengirimkan masker ke sejumlah negara tempat tenaga kerja Indonesia berada.

Antisipasi Penyebaran Corona, ACT Kirimkan Masker ke Berbagai Negara' photo
Ribuan dus masker dipak dan dikirimkan kepada para pahlawan devisa Indonesia di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura, Ahad (9/2) malam. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap mengirim bantuan masker tahap pertama ke Hongkong, Singapura, dan Taiwan, Ahad (9/2). Bantuan tersebut merupakan ikhtiar mengantisipasi penularan virus baru Corona (Covid-19) di negara-negara yang kini berisiko tinggi.

Sucita Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT menjelaskan, Ahad lalu ACT mengirimkan 1.610 kotak masker dengan keterangan 1.210 kotak ke Hong Kong, 300 kotak ke Taiwan, dan 100 kotak ke Singapura. Sejak Kamis pekan lalu, ACT terus mengupayakan pencarian stok masker untuk Warga Negara Indonesia maupun masyarakat umum di Hong Kong, Macau, Singapura, dan Taiwan.

“Alhamdulillah, Ahad malam sudah kami kirim sebagai tahap pertama ke Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Insyaallah upaya pencarian stok untuk pengiriman selanjutnya masih terus kami lakukan agar bisa melayani lebih banyak lagi saudara-saudara kita,” ungkap Sucita.


Relawan Aksi Cepat Tanggap mempersiapkan bantuan masker untuk dikirim ke sejumlah negara, Ahad (9/2). (ACTNews)

Ia mengatakan, jumlah tersebut baru 65% dari total target masker yang dikirimkan, yaitu 2.500 kotak. Menurut Sucita, keadaan tersebut disebabkan harga masker yang naik hingga dua kali lipat dalam hitungan jam. ACT pun terus berikhtiar memberikan bantuan terbaik dalam mengantisipasi penularan COVID-19 ini.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 45.171 kasus COVID-19 per 12 Februari terdata secara global dengan 1.114 kematian di Cina. Kasus tertinggi masih terdata di Provinsi Hubei, wilayah awal virus terdeteksi. Hingga Rabu (12/2) lalu, 33.366 kasus terkonfirmasi, 11.295 dugaan kasus, dan kematian lebih dari seribu orang. Selain di Cina, kasus Corona juga dilaporkan di 24 negara lainnya.

WHO telah mengumumkan nama resmi virus asal Cina tersebut menjadi "COVID-19". Nama tersebut dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis, spesies hewan, atau kelompok tertentu. "CO" adalah singkatan dari "Corona", "VI" untuk "virus", "D" untuk "penyakit (disease)", dan "19" adalah untuk tahun wabah pertama kali diidentifikasi pada tanggal 31 Desember 2019.[]


Bagikan