Antusias Pesantren Al Idrisiyyah Kelola Wakaf Ternak Produktif

Ahmad Tazzaka selaku Direktur Bisnis dan Ekonomi Pondok Pesantren Al Idrisiyyah amat bersyukur bisa diamanahkan untuk mengelola puluhan ternak wakaf. Ia berharap bisa mengoptimalkan aset wakaf yang ada untuk memberdayakan warga pesantren dan warga sekitar pesantren.

Santri Pesantren Al Idrisiyyah memberi pakan domba wakaf yang baru saja diterima dari Global Waka-ACT. Pesantren tersebut bersama warga sekitar kini mengelola puluhan ternak wakaf untuk menggerakkan perekonomian setempat. (ACTNews/ Miftah Fauzi)

ACTNews, TASIKMALAYA - Di atas lahan seluas 4.200 m2, berdiri kandang untuk puluhan ternak domba. Lahan tersebut merupakan kawasan wakaf milik pemerintah Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Di atas lahan wakaf tersebut akan dikembangbiakkan 50 ekor domba wakaf dari program Wakaf Ternak Produktif yang diinisiasi oleh Global Wakaf-ACT. Program ini sebagai ikhtiar pemberdayaan pesantren dan masyarakat setempat melalui optimalisasi wakaf. Ialah Pondok Pesantren Al Idrisiyyah, Kabupaten Tasikmalaya, yang akan mengembangbiakkan puluhan ternak wakaf tersebut untuk kemaslahatan pesantren dan warga sekitar.

Menerima 50 domba wakaf pada Senin (1/2/2021), pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Idrisiyyah antusias untuk memasukkan puluhan domba tersebut ke dalam kandang yang telah disediakan. Pakan ternak pun sudah memenuhi tempat pakan dan siap menyambut domba-domba tersebut. 

Ahmad Tazzaka selaku Direktur Bisnis dan Ekonomi Pondok Pesantren Al Idrisiyyah mengungkapkan, pihaknya amat bersyukur bisa diamanahkan untuk mengelola puluhan ternak wakaf. Ahmad berharap bisa mengoptimalkan aset wakaf yang ada untuk memberdayakan warga pesantren dan warga sekitar pesantren.

“Domba wakaf yang akan kita ternak, buah kerja sama dengan Global Wakaf-ACT, nantinya akan dikelola bersama yang juga bersama masyarakat sekitar sebagai bentuk pemberdayaan. Selain itu, 50 ekor domba diharapkan bisa berkembang biak menjadi lebih banyak. Sehingga, akan membantu perekonomian pesantren, khususnya membantu para santri yang masuk ke dalam golongan yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkap Ahmad Tazzaka. 

Untuk pengelolaan domba wakaf yang melibatkan warga sekitar, Ahmad memberlakukan sistem bagi hasil. Sehingga, warga juga merasakan berkah dari Wakaf Ternak Produktif.

Pemberdayaan untuk masyarakat setempat ini juga menjadi salah satu solusi atas meningkatnya angka kemiskinan di Desa Sukasetia. Hal ini disampaikan oleh Tatang Saputra selaku Kepala Desa Sukasetia. “Seiring meningkatnya tingkat kemiskinan di Desa ini, sebetulnya ini menjadi PR saya dan kita bersama, perlu ditingkatkan adanya pemberdayaan untuk masyarakat. Bukan hanya sekadar bantuan yang biasa diberikan,  tapi dengan bersinergi dengan Pondok Pesantren Al Idrisiyyah, insyaallah akan kami kembangkan pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui wakaf ternak domba ini,” ungkap Tatang.


Pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Idrisiyyah antusias memasukkan puluhan domba ternak ke kandang yang telah disediakan. (ACTNews/Miftah Fauzi)

Pesantren sebagai penggerak ekonomi umat

Pesantren yang berdiri sejak 1932 tersebut memang cukup fokus terhadap pengembangan ekonomi berbasis pesantren. Sudah banyak bentuk kegiatan ekonomi yang dikembangkan oleh Pesantren Idrisiyyah. “Sejak berdiri dari tahun 1932 memang kami menyadari bahwa kehadiran pesantren bukan hanya sebagai penggerak pendidikan dan dakwah saja. Kami memiliki PR bersama juga, yaitu menggerakkan kemandirian ekonomi umat. Alhamdulillah dengan adanya program WTP ini, kami dari pesantren menjadi salah satu mitra dari proyek pemberdayaan melalui ternak. Sehingga, kami bukan hanya menjadi objek pemberdayaan tapi juga mitra pemberdayaan yang akan menjadi lokomotif penggerak dalam bangkitnya kemandirian ekonomi umat,” imbuh Ahmad Tazakka

Hadirnya program Wakaf Ternak Produktif juga menumbuhkan kemaslahatan lain untuk para santri yang akan segera menuju kepada kemandirian melalui swasembada pangan. Di pesantren ini terdapat 40% santri prasejahtera yang akan merasakan manfaat dari hadirnya program tersebut. 

Sejak diluncurkan pada 23 Januari lalu, program Wakaf Ternak Produktif telah menyerahkan ratusan ternak wakaf kepada 7 pesantren yang ada di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. “Tahun 2021 ini Global Wakaf-ACT menargetkan bisa menjangkau 230 pesantren di 20 provinsi di Indonesia, dengan total ternak wakaf yang diserahkan ke ratusan pesantren tersebut sebanyak 11.500 ekor. Kami berharap ternak wakaf ini dikembangbiakkan dengan optimal, di mana dalam prosesnya melibatkan pesantren dan warga lokal. Sehingga mampu menggerakkan perekonomian di desa-desa,” ungkap Fany Irfan selaku Koordinator Program Wakaf Ternak Produktif. []