Antusias Santri di Tangerang Memasak Beras BERISI

Program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) terus berlangsung. Kali ini, salah satu pesantren di Tangerang yang menikmatinya. Para santi segera bergegas mengolah beras untuk dimakan bersama.

Antusias Santri di Tangerang Memasak Beras BERISI' photo
Santri yang mengolah beras dari program BERISI-ACT. Sebanyak 100 kilogram beras didistribusikan ke Pesantren Ash Sholatiyah, Larangan, Tangerang. (ACTNews)

ACTNews, TANGERANG Pesantren Ash Sholatiyah yang berlokasi di Larangan, Kota Tangerang dihuni lebih kurang 50 santri. Mereka dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya tinggal di berbagai pelosok Jawa. Santri-santri belajar di sini, menimba ilmu agama sebagai bekal di masa depannya nanti.

Bangunan pesantren tak ada yang mewah. Dindingnya hanya berupa bilik bambu. Atapnya dari asbes dengan banyak tambalan agar tak bocor saat hujan melanda. Pesantren juga selalu siaga saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, dikhawatirkan sewaktu-waktu banjir hadir merendam tempat sekolah mereka.

Aksi Cepat Tanggap pada Jumat (21/2) lalu berkesempatan berkunjung ke Pesantren Ash Sholatiyah. Kedatangan tim ACT ini untuk menyerahkan 100 kilogram beras dari program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI). Sambutan baik datang dari santri, mereka pun segera mengolah beras untuk dimakan bersama-sama.

“Adanya beras ini sangat membantu kami (pesantren) dalam urusan pemenuhan kebutuhan makan santri,” jelas Thamrin, salah satu pengurusan pesantren.

Program BERISI sendiri diluncurkan bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2018 lalu di Jakarta. Hingga kini, ratusan pesantren telah menikmati bantuan beras ini. Jumlah tersebut bakal terus bertambah seiring dengan pendistribusian beras yang terus dilakukan.

Danu Putra Nugraha dari Tim Program ACT mengatakan, hingga kini sudah puluhan ton beras yang didistribusikan ke berbagai pesantren di pelosok negeri. Beras ini merupakan bantuan pangan bagi pesantren-pesantren yang secara ekonomi masih prasejahtera dan membutuhkan bantuan pangan. “Program ini juga sebagai bentuk dukungan bagi santri agar semangat menuntut ilmu agama,” kata Danu.[]


Bagikan