Anwar Temukan Jalan Rezeki di Kolam Nila

Semenjak berhenti dari pekerjaannya sebagai teknisi akibat pandemi, Anwar Suherman (42) mengelola kembali bisnis ternak nila yang ia rintis bersama sang istri. Pun begitu, bisnis belum terasa manis karena pada masa pandemi ini juga penjualannya menurun.

Anwar Temukan Jalan Rezeki di Kolam Nila' photo
Anwar sedang menjaring di kolamnya. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Anwar Suherman (42) sudah beberapa bulan ini tak bekerja. Lantaran pandemi, ia tak melanjutkan profesinya sebagai teknisi di salah satu kampus di Bogor. Sementara, ia dirumahkan dan mencari cara lain memenuhi kebutuhan keluarganya.

Anwar kini berfokus pada usaha ternak ikan nila yang dirintis bersama sang istri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun sudah berupaya untuk mendapatkan penghasilan semasa pandemi ini, dampak pandemi masih terus mengikuti Anwar dalam usaha yang ia jalani saat ini. Kesulitan ekonomi dan berkurang minat pelanggan menjadi kendala sendiri bagi Anwar dan keluarga.

“Untuk beli pakan saja susah saat ini, apalagi penjualan pun menurun. Jadi ya, sedapatnya saja,”ucap Anwar ketika ditemui di rumahnya di kawasan Bogor pada Sabtu (12/9) lalu.

Untuk menunjang usaha Anwar kali ini, Global Wakaf – ACT menyalurkan amanah dermawan melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro. “Dengan adanya bantuan modal ini, Pak Anwar akan menambah pakan, bibit, serta kebutuhan lain sebagai penunjang usaha ternak ikan nila yang sedang dirintisnya. Pak Anwar berkomitmen untuk mengembalikan uang tersebut sesuai dengan kesepakatan,” ungkap Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.


Wakaf Modal Usaha Mikro sendiri menggunakan sistem Qardh al-Hasan dalam impelementasinya,. Program ini memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal, sehingga para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang.

“Harapannya dengan adanya instrumen ini, masyarakat bisa mengembangkan usahanya lebih maju lagi di masa sulit seperti sekarang. Sehingga mereka tidak perlu kebingungan dalam menjalankan usahanya, atau sampai menggunakan modalnya untuk kebutuhan sehari-hari, ” tutur Wahyu.

Wahyu pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program Wakaf Modal Usaha Mikro, sehingga lebih banyak pengusaha kecil yang dapat terbantu pergerakan usahanya. ”Kami sekaligus mengajak kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro. Mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Wahyu. []

Bagikan

Terpopuler