Apa Itu Covid-19 Varian Omicron?

Covid-19 terus bermutasi hingga menghasilkan beberapa jenis, salah satunya Omicron. Varian ini menyebar lebih cepat, bisa kembali menginfeksi pasien yang pernah terinfeksi Covid-19, dan memiliki gejala yang mirip dengan varian lain.

apa itu omicron?
Ilustrasi. Varian Omicron menyebar lebih cepat.

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Saat ini, Covid-19 varian Omicron tengah menjadi variant of concern (VOC) badan kesehatan dunia (WHO).  Dijadikan VOC karena jumlah kasus dan penyebaran Covid-19 Omicron sangat tinggi dibanding varian Covid-19 yang lain. 

Menurut Dokter Humanity Medical Services ACT Della Rachmawati, varian Omicron merupakan hasil mutasi virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Perbedaan Omicron dengan varian Delta adalah proses penyebarannya yang lebih cepat. 

“Itulah kenapa angka kasus per harinya sangat tinggi karena penyebarannya sangat cepat. Jumlah kasus per hari di Indonesia mencapai ribuan,” kata Dokter Della, Senin (24/1/2022). 

Selain penyebaran yang cepat, perbedaan varian Omicron dengan Delta adalah bisa reinfeksi. Artinya apabila pasien pernah terinfeksi Covid-19 varian apapun, maka di kemudian hari bisa terinfeksi varian Omicron.

“Pasien yang pernah terinfeksi Covid-19 maka risiko terinfeksi varian Omicron lebih tinggi,” jelasnya. 

Hingga sekarang, tambah Dokter Della, WHO terus melakukan penelitian terkait varian Omicron ini. Bahkan belum ada bukti bahwa varian Omicron gejalanya lebih ringan. Jadi semua jenis varian Covid-19 memiliki gejala yang lebih kurang sama seperti batuk, pilek, demam, sesak nafas tergantung dengan kondisi pasien masing-masing. 

“Jadi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa varian Omicron memiliki gejala khas tertentu. Karena ada yang bilang varian Omicron ini lebih ke sakit tenggorokan atau lemas,” ujarnya. 

Sudah Vaksin, Kenapa Masih Terinfeksi Covid-19 Omicron? 

Mengenai hal ini, Dokter Della mengatakan bahwa, vaksin berguna untuk membentuk antibodi. Apabila terinfeksi, virus Covid-19 yang masuk ke dalam tubuh bisa dilawan dengan antibodi yang sudah terbentuk. Sejauh ini, semua jenis atau merk vaksin yang sudah diakui WHO dan diberikan kepada masyarakat terbukti efektif untuk melawan semua jenis varian Covid-19. 

“Apakah masih bisa terinfeksi Covid-19? Bisa. Perlu ditekankan bahwa gunanya vaksin adalah supaya gejala yang ditimbulkan apabila terinfeksi Covid-19 tidak menjadi berat. Jadi bukan berarti setelah vaksin tidak bisa terinfeksi, tapi mencegah agar gejala tidak berat terutama bagi pasien yang memiliki komorbid,” jelasnya.[]