Apakah Boleh Membayar Zakat Menggunakan Uang?

Membayar zakat fitrah menjadi kewajiban bagi seorang muslim menunaikannya di saat Ramadan. Akan tetapi yang sering menjadi pertanyaan ialah, apakah boleh membayar zakat fitrah menggunakan uang?

zakat fitrah dengan uang
Ilustrasi. Pembayaran zakat fitrah dan zakat mal semakin mudah melalui globalzakat.id. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah saat Ramadan. Hal ini telah disampaikan Rasulullah SAW yang tercatat dalam hadis. Dari Ibnu Umar R.A misalnya yang menyebut zakat fitrah adalah 1 sho' kurma atau 1 sho’ gandum atas umat muslim yang ditunaikan sebelum Sholat Idulfitri.

Pun di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, zakat fitrah menjadi sebuah kewajiban saat Ramadan. Penunaian zakat fitrah umumnya menggunakan beras, karena menjadi makanan pokok masyarakat. Akan tetapi kemudian muncul sebuah pertanyaan lain, bolehkan membayar zakat fitrah menggunakan uang?

Menjawab pertanyaan tersebut, ACTNews berkesempatan meminta pendapat Dewan Syariah Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ustaz Bobby Herwibowo. Ustaz yang akrab disapa Usbob ini menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan zaman, membuat urusan fikih semakin berkembang, termasuk dalam urusan membayar zakat fitrah.

"Alasannya, di zaman modern seperti sekarang pembayaran zakat fitrah dengan uang lebih memudahkan orang banyak. Sedangkan di zaman Rasulullah SAW menggunakan makanan pokok sebab akses terhadap hasil bumi saat itu amat mudah," jelas Ustaz Bobby.

Urusan penunaian zakat fitrah memang memiliki beberapa pandangan dari ulama mazhab. Imam Malik, Syafi'i, dan Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa pembayaran zakat fitrah menggunakan makanan pokok. Sedangkan Imam Abu Hanifah memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan nilai dari makanan pokok.

Menanggapi banyak padangan tersebut, ulama Buya Yahya menerangkan, adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai hal yang sulit.

“Jangan dipersulit masalah semacam ini, mudah dalam beragama itu. Jadi diganti saja dengan uang, boleh-boleh saja, dalam Mazhab Hanafi dan ulama-ulama Syafi’iyah juga ada yang mengambilnya (mengganti dengan uang). Jangan ragu dengan (zakat fitrah) uang, yang jelas adalah tepat (sasaran) kepada orang yang berhak,” jelas ulama Pendiri Pondok Pesantren Al-Bahjah ini.[]