Apresiasi untuk Ety, Guru Prasejahtera di Tegal

Program Sahabat Guru Indonesia terus berlanjut. Kini guru-guru di Tegal mendapatkan biaya hidup dari Global Zakat-ACT.

Apresiasi untuk Ety, Guru Prasejahtera di Tegal' photo
Guru di salah satu TK di Tegal yang mendapatkan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia.(ACTNews)

ACTNews, TEGAL – Lima tahun sudah Ery Ristinah mengabdikan dirinya sebagai guru honorer di Taman Kanak-Kanak Yaa Bunayya, Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Pendapatannya tak sampai satu juta rupiah per bulan. Namun, semangatnya tak pernah lelah mengajarkan penerus generasi bangsa.

Selain mengajar di TK Yaa Bunayya, Ety juga mengajar baca tulis Alquran untuk anak-anak berkebutuhan khusus di kampungnya. Untuk mengajar ini, Ety tak pernah meminta imbalan, ia mengajar dengan keikhlasan. “Yang penting anak-anak di kampung saya bisa lebih baik pendidikan dan pengetahunnya,” jelas Ety, Selasa (3/12).

Selasa itu, Global Zakat-ACT menyambangi Ety untuk menyerahterimakan biaya hidup untuk guru prasejahtera. Biaya ini merupakan implementasi dari program Sahabat Guru Indonesia yang Global Zakat-ACT luncurkan pada 25 November lalu.

Kepala Cabang ACT Tegal Siswartono mengatakan, Ety merupakan salah satu guru honorer yang mendapatkan biaya hidup dari ACT melaui program Sahabat Guru Indonesia. “Ini merupakan salah satu apresiasi dari Global Zakat-ACT untuk guru-guru di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali di Tegal ini yang masih banyak ditemukan guru dengan gaji rendah, Bu Ety salah satunya,” ungkap Siswartono.

Selain Ety, di hari yang sama, ACT Tegal juga menyerahterimakan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia ke beberapa guru lainnya. Di antaranya guru di Pesantren Al Huda Al Mahamid. Nantinya, pemberian beaguru ini akan terus berlanjut ke guru-guru lain di Tegal.

Sejak diluncurkan pada 25 November 2019 lalu, hingga per 4 Desember lalu tercatat sudah 121 guru yang menerima beaguru. Mereka tersebar di 18 kabupaten/kota. Direktur Program ACT Wahyu Novyan berharap, beaguru dapat meringankan keperluan sehari-hari guru. “Ini merupakan bentuk apresiasi dari Global Zakat-ACT untuk guru-guru di Indonesia,” jelasnya. []


Bagikan