Apresiasi untuk Guru Prasejahtera yang Mengajar Jauh di Tanah Adat, Dumai

Sukamto dan Fitriani merasa terharu atas bantuan yang diberikan untuk mereka dan para murid SDN 018 Batu Teritip. Hal ini karena untuk gaji mereka sendiri merupakan iuran masyarakat setempat dan bantuan dari pemerintah melalui dana BOS.

Sukamto dan Fitriani menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT Duri. (ACTNews)

ACTNews, DUMAI – Melalui program Sahabat Guru Indonesia, Global Zakat-ACT Duri senantiasa mengapresiasi perjuangan para guru yang sudah mendidik anak-anak bangsa. Kamis (30/1), program ini menyapa pasangan suami istri, yaitu Sukamto (33) dan Fitriani (33). Mereka saat ini mengajar di kelas jauh dari SDN 018 Batu Teritip. Lokasinya di Kampung Tanah Adat Pusaka Alam, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.

Kelas jauh tersebut berada jauh dari pusat kota. Untuk sampai ke wilayah tersebut, pengunjung harus melewati kanal kecil menggunakan speedboat atau pompong selama 30-60 menit. Sementara itu, hanya ada 25 kepala keluarga yang menghuni tanah adat tersebut, termasuk keluarga Sukamto. Mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan dan pekebun. Melihat akses yang sangat jauh dari perkotaan, masyarakat setempat meminta Sukamto dan Fitriani untuk mengajar anak-anak di Kampung Tanah Adat Pusaka Alam. 

Pendirian bangunan SDN 018 dibantu oleh salah satu perusahaan di Kota Dumai. Dengan kondisi sekolah yang hanya memiliki satu ruangan saja, pihak sekolah terpaksa menyekat ruangan itu dengan triplek hingga menjadi beberapa bagian. Di ruangan itulah, siswa TK, SD, dan SMP belajar. Total 18 murid yang belajar di bangunan itu dan mereka dididik oleh Sukamto dan Fitriani.

Melihat perjuangan hebat pasangan suami istri ini, Global Zakat-ACT Duri memberikan bantuan biaya hidup melalui program Sahabat Guru Indonesia. Selain itu, Global Zakat-ACT Duri juga memberikan paket bantuan pendidikan untuk anak-anak yang ada di sana. 

Andika dari Tim Program Global Zakat-ACT Duri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan hebat yang dilakukan Sukamto dan Fitriani untuk meneruskan cita-cita pendidikan di Tanah Adat Pusaka Alam. “Kalau seandainya mereka tidak mau mengajar dan berjuang, maka bisa dibayangkan bagaimana nasib anak-anak di tanah adat. Mereka tidak tahu akan pendidikan, dan pupus masa depan mereka,” jelas Andika.

Sukamto dan Fitriani merasa terharu atas bantuan yang diberikan untuk mereka dan para murid SDN 018 Batu Teritip. Hal ini karena untuk gaji mereka sendiri merupakan iuran masyarakat setempat dan bantuan dari pemerintah melalui dana BOS. Gaji yang mereka dapatkan pun hanya cukup untuk keperluan mereka mengajar, mulai dari transportasi, dan penyediaan buku-buku.

“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan Global Zakat-ACT Duri ini menjadi semangat kami dalam mengajar. Kami sangat berterima kasih karena masih ada yang peduli dengan kami yang jauh ini. Karena akses yang jauh dan fasilitas yang terbatas, ACT masih mau menyapa kami. Semoga ACT Duri sukses terus,” doa Sukamto.

“Sahabat dermawan, mari terus kita bangkitakan asa dan semangat para guru prasejahtera di negeri ini dengan memberikan bantuan terbaik kita melalui rekening BNI Syariah 99 0000 591 atas nama Global Zakat dari ACT Duri. Konfirmasi transfer kdapat melalui WhatsApp 0813 8000 7516,” ajak Alsamsi Fauzi dari Tim Kemitraan ACT Duri. []