Aryani, Difabel yang Semangat Memberdayakan Sesama

Beberapa cabang ayam geprek yang dijalankan Aryani (33) perlahan tutup akibat pandemi. Tetapi Aryani tak berhenti berusaha dengan semangat ingin memberdayakan sesama lewat lapangan kerja.

bantuan modal usaha
Aryani terus menambahkan inovasi pada usahanya dengan harapan dapat bertahan selama pandemi. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Keterbatasan indera penglihatan tak menjadi halangan bagi Aryani (33) untuk berkarya. Bergerak dari prinsip ingin menyebar manfaat bagi orang lain, ia membuka usaha ayam geprek dengan harapan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Bisnis itu berkembang cukup besar beberapa tahun belakangan. Usaha yang bernama Ayam Geprek Petukangan ini cukup terkenal di sekitar lokasi di Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan. Aryani sempat memiliki tiga cabang serta dibantu oleh enam karyawan.

Kendala baru ia temui ketika pandemi. Penjualan menurun sehingga omzet ikut merosot. Aryani terpaksa memperkecil skala bisnisnya. “Sekarang kedai sama karyawannya tinggal dua,” cerita Aryani saat ditemui Tim Global Wakaf-ACT pada Kamis (2/9/2021) lalu.


Aryani juga mengaku sangat terkendala dari segi permodalan. Walaupun begitu, ia terus maju dengan melakukan inovasi-inovasi terhadap dagangannya. Beragam menu baru ia buat agar produknya semakin beragam.

“Mudah-mudahan bisa terus bertahan dan berkembang di masa pandemi ini, supaya usaha ini juga bisa terus bermanfaat buat orang lain,” terang Aryani.

Global Wakaf-ACT mendukung keuletan Aryani lewat program Wakaf UMKM. Dengan adanya dukungan modal dan pendampingan, diharapkan usaha Aryani dapat bertahan dan melewati masa-masa sulit seperti sekarang.

“Alhamdulillah, dengan modal usaha ini rencananya saya ingin tutup biaya operasional kayak bayar gaji karyawan. Sama sebagian untuk stok ayam dan bahan baku lainnya,” ucap Aryani. []