Asa Dina Sembuh dari Osteosarkoma

Dina berikhtiar sembuh dari Osteosarkoma, di tengah himpitan ekonomi keluarga.

Asa Dina Sembuh dari Osteosarkoma' photo

ACTNews, SERANG – Tiga bulan sudah benjolan muncul di bahu kanan Dina Inayatus (13), warga Desa Mangkunegara, Kecematan Bojonegara, Serang, Banten. Berawal dari benjolan kecil yang kemudian semakin hari semakin membesar dan kini mengganggu aktivitas remaja yang sedang duduk di kelas dua sekolah menengah pertama ini. Berdasarkan hasil analisis dokter, Dina dinyatakan mengidap osteosarkoma atau sejenis kanker tulang.

Dina pernah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Akan tetapi, pihak keluarga membawa pulang Dina karena ada kabar untuk menyembuhkan penyakit yang diidap anak pasangan Heruman dan Sumroh itu harus diamputasi. “Saat ini Dina hanya mendapat perawatan di rumah,” jelas Koordinator Program Mobile Social Rescue (MSR)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nurjannatunaim, Kamis (11/4).

Pada Selasa (9/4), tim MSR-ACT mulai mendampingi proses penyembuhan Dina. Untuk awal, pihak keluarga diberi pengertian untuk membawa Dina guna melanjutkan pengobatan di rumah sakit. “Keluarga Dina juga menerima santunan pengobatan serta akan didampingi terkait kebutuhan medis Dina,” tambah Nur.

Kanker tulang pada tubuh Dina pada dasarnya termasuk kanker tulang yang langka terjadi. Penyakit ini memang banyak menyerang anak-anak dan orang yang masih di usia muda, akan tetapi tak menutup kemungkinan orang dewasa pun dapat terserang. “Osteosarkoma ini sering kali di dekat lutut atau bahu, tapi juga bisa terjadi di setiap tulang,” jelas Koordinator Program Medis ACT dr. Muhammad Riedha Bambang.

Adapun ciri-ciri yang dapat diwaspadai sebagai awal pertumbuhan kanker jenis ini ialah munculnya benjolan kecil di sekitar tulang, seperti yang dialami Dina. Benjolan yang awalnya kecil dapat menjadi semakin membengkak seiring berjalannya waktu. Rasa nyeri atau sakit pada tulang dan sendi juga bisa jadi sebagai awal dari osteosarkoma.

Disarankan untuk orang yang merasakan gejala awal seperti benjolan kecil yang tak kunjung hilang untuk memeriksakan ke dokter. Untuk penanganan, pengidap osteosarkoma dapat melakukan kemoterapi hingga proses operasi. Hal ini untuk menghindari kemungkinan amputasi untuk kondisi kanker yang sudah parah. []

Bagikan