Atasi Kekeringan, ACT dan Pemkab Gunungkidul Kirim 60 Ribu Liter Air

Pelepasan 12 truk tangki yang membawa 60 ribu liter air ini dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, BPBD Gunungkidul, serta mitra donatur.

Atasi Kekeringan, ACT dan Pemkab Gunungkidul Kirim 60 Ribu Liter Air' photo

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Aksi Cepat Tanggap DIY terus memasifkan pemberian bantuan air bersih seiring dengan semakin meluasnya dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul. Jumat (9/8), 12 truk tangki bantuan air bersih diterjunkan untuk membantu warga Gunungkidul yang tengah dilanda kekeringan.

Acara yang digelar di halaman Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Pelepasan 12 truk tangki yang membawa 60 ribu liter air ini dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, BPBD Gunungkidul, serta mitra donatur yang telah ikut serta dalam program Humanity Mobile Water Tank, seperti Universitas Islam Indonesia (UII), Kitabisa.com, dan Lazis Perkasa. 

Dalam sambutannya, Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menyampaikan, pemberangkatan truk bantuan air bersih merupakan bagian dari program pemberian air bersih yang berjalan sejak Juni lalu. “Ini sudah kelima belas kalinya kami mengirimkan air bersih sejak Juni kemarin. Harapannya program ini bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Gunungkidul. Pemberangkatan truk sebagai peresmian program Humanity Mobile Water Tank” ujar Bagus. 

Sementara itu, Badingah selaku Bupati Gunungkidul mengapresiasi langkah ACT yang turut peduli atas bencana kekeringan di Gunungkidul “Untuk saat ini, wilayah yang terpapar kekeringan ada di 14 kecamatan dan sekitar 134 ribu jiwa terdampak. Kita coba optimalkan PDAM tetapi belum bisa terpenuhi karena kondisi geografis Gunungkidul yang tidak memungkinkan. Saya ucapkan  terima kasih kepada ACT, atas segala perhatian dan dukungan kepada masyarakat Gunungkidul. Mudah-mudahan dapat mengurangi kesulitan masyarakat kita,” ujar Badingah.


Kedua belas truk tangki bantuan air bersih selanjutnya dilepas oleh Kepala Cabang ACT DIY serta Bupati Gunungkidul. Semua armada tersebut langsung mendistribusikan air bersih di Kecamatan Nglipar, Patuk, Gedangsari, Semin, Ngawen, Karangmojo, Ponjong, Tepus, Rongkop, Tanjungsari, serta Semanu.

Pendistribusian air bersih secara berkala, menurut Bagus, menjadi solusi jangka pendek di mana warga darurat membutuhkan air bersih. “Droping air bersih adalah bentuk respon darurat kita untuk menyediakan air bagi masyarakat, tentunya kita tidak tinggal diam ketika melihat ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air atau terpaksa menjual hasil ternak hanya untuk membeli air untuk kebutuhan sehari hari. Oleh karenanya, kami juga berupaya memberikan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui program Sumur Wakaf,” imbuh Bagus

Selain program pendistribusian air bersih, ACT melalui Global Wakaf juga membangun belasan Sumur Wakaf di Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air setiap tahunnya. Hingga saat ini, Sumur Wakaf yang sudah terbangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya sudah 18 titik. Jumlah ini tentunya akan terus bertambah, seiring besarnya kebutuhan warga di sana akan air bersih. []

Bagikan