Atasi Kemarau, ACT Lampung Canangkan Program Air Bersih

ACT Lampung sedang mempersiapkan program air bersih yang bernama ‘Untuk Sehatnya Keluarga Indonesia’. Bandar Lampung akan menjadi titik jangkauan program tersebut.

ACTNews, LAMPUNG - Kemarau panjang yang diprediksi akan melanda Indonesia sampai puncaknya pada Agustus-Sptember mendatang, tidak hanya melanda pulau Jawa dan Nusa Tenggara saja, tetapi berdampak juga pada Provinsi Lampung.

Melansir media lokal, Lampung Post, beberapa petani sawah tadah hujan bahkan menunda penanaman padi mereka akibat kekurangan stok air untuk mengairi sawahnya. Di sepanjang pesisir timur kecamatan Sragi dan Ketapang, Lampung Selatan, ratusan hektar sawah tadah hujan dibiarkan menganggur walau bibit telah disebar dan lahan sudah digarap.

"Kami belum berani tanam karena lahan masih kering walau bibit sudah siap," kata Sarto, petani yang mempunyai sawah di Jalinpantim, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, pada Rabu (3/7), dilansir dari Lampung Post.

Kepala Cabang ACT Lampung, Dian Eka Darma Wahyuni membenarkan hal tersebut. Menurutnya, malah tanpa masuk musim kemarau pun, beberapa daerah di Lampung pada dasarnya sudah mengalami kesulitan air.

“Ada dua kabupaten yang kurang air walaupun masuk musim penghujan, yaitu Kabupaten Lampung Timur, dan Lampung Selatan, serta Bandar Lampung. Bisa dibayangkan untuk kondisi normal saja mereka masih kesulitan air. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini,” kata Dian, Rabu (3/7).


Menurut Dian, kondisi yang demikian pada akhirnya berdampak juga pada kemiskinan dan angka kekurangan gizi yang ada di provinsi tersebut. Dalam catatan tim ACT Lampung sendiri menunjukkan, pada 2018, jumlah warga yang masih hidup dalam garis kemiskinan mencapai 1.097.048 jiwa.

“Air ini kan kebutuhan dasar, apalagi kalau masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai petani, pasti berdampak kepada ekonomi. Belum lagi kalau sanitasinya kurang layak, kan bisa berimbas juga pada kesehatan warganya,” ujar Dian.

Karena itu, saat ini ACT Lampung sedang mempersiapkan program air bersih yang bernama ‘Untuk Sehatnya Keluarga Indonesia’. Program ini rencananya diluncurkan pada sekitar bulan Juli hingga Agustus mendatang. Selain sebagai persiapan untuk menghadapi kemarau panjang, Dian menjelaskan, program tersebut juga akan menjawab permasalahan sanitasi yang ada di masyarakat.

“Dengan adanya program ini, tujuan kita adalah memang untuk menyediakan fasilitas air bersih untuk warga di lokasi yang akan kita sasar. Di samping itu, program ‘Untuk Sehatnya Keluarga Indonesia’ bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui bagaimana pola hidup bersih dan sehat yang sebaiknya mereka terapkan,” jelasnya.

Untuk saat ini, wilayah sasaran yang dimaksud ialah Kecamatan Panjang, Kabupaten Bandar Lampung. Dian mengatakan, kecamatan yang mayoritasnya berprofesi sebagai buruh, nelayan, dan pedagang ini membutuhkan air bersih dalam waktu dekat. Selain karena kemarau, sanitasi mereka dapat dikatakan masih kurang layak.

“Programnya hingga saat ini masih kita rancang, dan implementasi akan kita lakukan insyaallah pada Juli hingga Agustus ini. Mudah-mudahan semuanya lancar sehingga masyarakat di sana dapat terbantu, utamanya ketika menghadapi kemarau panjang nanti,” ujar Dian.[]